Bibit Siklon Tropis Ditemukan, Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Ilustrasi Hujan. Foto: Medcom.id

Bibit Siklon Tropis Ditemukan, Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Muhamad Marup • 4 March 2026 16:36

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi munculnya siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia. Kondisi tersebut dapat berakibat curah hujan yang tinggi, angin kencang, dan gelombang tinggi di beberapa provinsi dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan pantauan BMKG dari Tropical Cyclone Warning Center (TCWC), ketiga bibit siklon tropis itu adalah

  • Bibit Siklon Tropis 90S di Samudera Hindia selatan Banten - Jawa Barat yang mulai terbentuk pada tanggal 28 Februari 2026,

  • Bibit Siklon Tropis 93S di sebelah barat laut daratan Australia yang mulai terbentuk pada tanggal 2 Maret 2026

  • Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria sebelah selatan Papua Selatan yang mulai terbentuk pada tanggal 2 Maret 2026.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani memastikan, pihaknya selalu memantau pergerakan ketiga bibit siklon ini secara intensif selama 24 jam.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun tetap waspada akan potensi dampak tidak langsungnya, seperti genangan atau angin kencang. Pastikan hanya merujuk pada kanal resmi BMKG untuk menghindari informasi yang tidak benar (hoaks),” ucap Faisal pada Selasa, 3 Maret 2026.

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani juga menjelaskan bahwa Bibit Siklon 90S berpeluang tinggi untuk berkembang jadi siklon tropis dalam 24-48 jam ke depan.

Sebaliknya, untuk 93S dan 92P memiliki peluang yang lebih rendah tetapi tetap berdampak tidak langsung bagi kondisi cuaca dan perairan Indonesia.


Ilustrasi hujan. Dok. Istimewa

Dampak Bibit Siklon Tropis

Menurut Andri, dengan munculnya ketiga bibit siklon tropis, peningkatan gradien tekanan udara mendorong kecepatan angin permukaan sehingga bisa memicu pemusatan massa udara. Lalu, kondisi ini semakin diperkuat dari adanya pertemuan angin di sepanjang Bali hingga Nusa Tenggara Timur.

Dampaknya adalah terdapat potensi hujan lebat di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Sedangkan untuk potensi angin kencang berada di wilayah Bali, DI Yogyakarta, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan dan pesisir selatan Papua Selatan.

Masyarakat juga perlu waspada akan potensi peningkatan tinggi gelombang kategori sedang hingga tinggi yaitu 1,25-2,5 meter di Laut Flores, Laut Banda, Selat Sunda, dan Samudera Hindia Barat Kepulauan Mentawai.

Untuk di daerah Samudera Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, selatan Banten hingga Bali, Laut Sawu, selatan NTB dan NTT, serta Laut Arafura juga perlu waspada akan gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter.

BMKG tetap mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang. Terlebih khusus untuk daerah-daerah yang rawan banjir dan tanah longsor.

 

(Eunike Michelle Gultom)

 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)