Halal Goes to Campus bertajuk “Ngobral (Ngobrolin Halal)” di Universitas Padjadjaran, Kampus Jatinangor. ANTARA/HO-Kemenag
Strategi Kemenag Perkuat Literasi Halal di Kalangan Generasi Muda
Achmad Zulfikar Fazli • 4 March 2026 13:19
Jakarta: Direktorat Jaminan Produk Halal (JPH) Kementerian Agama meluncurkan Program Halal Goes to Campus bertajuk Ngobral (Ngobrolin Halal). Program ini bertujuan memperkuat literasi halal bagi mahasiswa sekaligus membangun kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi.
Kampus pertama program tersebut, yakni Universitas Padjadjaran, Kampus Jatinangor. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan masyarakat Indonesia kerap merasa seluruh produk yang beredar sudah pasti halal, padahal kepastian halal tetap memerlukan sistem dan regulasi yang jelas.
“Kami ingin mengajak generasi muda agar memiliki pemahaman tentang halal,” ujar Abu Rokhmad dalam keterangannya di Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 4 Maret 2026.
Dia mengutip QS Al-Baqarah ayat 168 yang menyerukan seluruh manusia untuk mengonsumsi dan menggunakan produk yang halal dan tayib.
“Ayat tersebut dimulai dengan ‘yaa ayyuhannas’, yang artinya ditujukan kepada seluruh manusia. Halal bukan hanya anjuran bagi umat Islam, tetapi prinsip universal tentang kebaikan dan kebermanfaatan,” kata dia.
Menurut Abu Rokhmad, konsep halal dan tayib mencakup makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, hingga produk lainnya. Indonesia telah memiliki landasan hukum melalui Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang mengatur sistem sertifikasi dan label halal sebagai jaminan bagi konsumen.
Menurut dia, halal berkembang menjadi gaya hidup global. Sejumlah negara Asia, seperti China dan Korea Selatan, memiliki pusat halal, bahkan banyak perusahaan asing mengajukan sertifikasi halal ke Indonesia.
“Banyak juga perusahaan besar China yang minta sertifikasi halal ke Indonesia. Ini kesempatan, khususnya buat mahasiswa agar mampu mengembangkan kemampuan dan jejaring dalam industri halal,” kata dia.
Baca Juga:
Seskab: Isu Produk AS Masuk RI Tanpa Sertifikasi Halal Tidak Benar |

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad. Dok. Istimewa
Abu Rokhmad mendorong perguruan tinggi membuka program studi industri halal yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, seperti kimia, fisika, dan farmasi. Dia menilai riset farmasi halal dapat menjadi kebanggaan nasional sekaligus mendorong lahirnya produk farmasi halal.
Direktur Jaminan Produk Halal, Fuad Nasar, menyebut kegiatan Halal Goes to Campus perdana di Universitas Padjadjaran digelar sebagai ajang edukasi, serta diseminasi tentang kesadaran konsumsi dan gaya hidup halal bagi generasi muda.
"Halal telah menjadi isu populer di negara kita terutama sejak ekosistem halal dikenalkan kepada publik. Sertifikasi produk halal perlu terus ditingkatkan volumenya, namun tidak boleh berhenti sampai di situ. Riset halal perlu ditumbuhkan,” kata dia.
Program Halal Goes to Campus diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang tidak hanya memperkuat literasi halal dari sisi keagamaan, tetapi mendorong lahirnya ekosistem industri halal yang inklusif, modern, dan berbasis riset.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad Widya Setiabudi Sumadinata mengatakan halal bukan konsep eksklusif bagi umat Islam, melainkan bagian dari fitrah manusia untuk hidup sehat dan sejahtera.
“Halal sebetulnya bukan sesuatu yang istimewa hanya untuk umat Islam. Halal adalah fitrah manusia. Jika ingin hidup sejahtera dan sehat secara fisik, ruhani, dan sosial, maka makanan yang dikonsumsi harus halal,” ujar dia.