Kemenhaj Bengkulu Pastikan Tidak Ada Calon Haji Pengidap Demensia

Proses pemeriksaan akhir jamaah calon haji Kloter I Bengkulu sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci, di Bengkulu, Jumat (24/04/2026). ANTARA/Boyke Ledy Watra

Kemenhaj Bengkulu Pastikan Tidak Ada Calon Haji Pengidap Demensia

Whisnu Mardiansyah • 24 April 2026 18:30

Bengkulu: Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Bengkulu memastikan jemaah calon haji (JCH) Bengkulu yang diberangkatkan ke Tanah Suci telah melalui pemeriksaan kesehatan ketat. Jemaah yang berangkat juga dipastikan bebas dari demensia.

"Dalam proses istithaah kesehatan yang dilakukan Kementerian Kesehatan hingga tahap akhir, dipastikan jamaah yang berangkat tidak ada yang mengalami demensia," kata Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Bengkulu, Intihan, di Bengkulu seperti dilansir Antara, Jumat, 24 April 2026.

Intihan menjelaskan pemeriksaan kesehatan dilakukan secara berjenjang. Proses tersebut dimulai dari tingkat kabupaten atau kota hingga menjelang keberangkatan. Tujuannya untuk memastikan kelayakan jemaah.

Menurut dia, kondisi demensia menjadi salah satu faktor yang tidak diperbolehkan dalam keberangkatan haji. Demensia dapat membahayakan jemaah itu sendiri selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
 


Namun demikian, Intihan mengakui jemaah lanjut usia tetap memiliki tantangan tersendiri. Tantangan tersebut terutama terkait daya ingat yang menurun akibat faktor usia.

Dia menjelaskan perubahan lingkungan dan kondisi di Arab Saudi kerap membuat jemaah lansia mengalami kebingungan sementara. Kondisi itu terjadi meskipun tidak masuk kategori demensia.


Jemaah calon haji saat berada di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjar Baru, Kalsel, untuk keberangkatan kloter pertama pada Jumat (24/4/2026) dini hari. (ANTARA/Firman)

Sistem Pendampingan Berlapis

Untuk mengantisipasi hal tersebut, penyelenggara telah menyiapkan sistem pendampingan berlapis. Pendampingan dimulai dari ketua kloter, petugas kesehatan, hingga ketua rombongan dan regu.

"Struktur petugas ini bertugas membantu dan mengawasi jamaah agar tetap aman, termasuk mengantisipasi jika ada yang lupa atau tersesat," ujarnya.

Intihan mengatakan mayoritas jemaah calon haji Bengkulu merupakan lansia. Oleh karena itu, pendekatan pendampingan menjadi sangat penting dalam mendukung kelancaran ibadah.

Dengan berbagai langkah mitigasi tersebut, ia berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan aman dan lancar tanpa kendala kesehatan yang serius.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)