Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN), Alex Sofjan Noor. Foto: dok BSN.
Setahun Berdiri, Laba BSN Melonjak 40 Persen, Aset Capai Rp81,1 Triliun
Ade Hapsari Lestarini • 20 August 2026 18:01
Jakarta: PT Bank Syariah Nasional (BSN) membukukan laba Rp643,6 miliar hingga akhir Juli 2026, tumbuh 40 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada tahun pertama setelah transformasi kelembagaan. BSN merupakan entitas hasil pemisahan (spin-off) Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan integrasi Bank Victoria Syariah.
Akselerasi laba perseroan ditopang pertumbuhan aset sebesar 22,2 persen YoY menjadi Rp81,1 triliun per 31 Juli 2026. Penyaluran pembiayaan BSN juga tumbuh 25,7 persen YoY menjadi Rp62 triliun, sedangkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 14,8 persen YoY menjadi Rp64,1 triliun.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengapresiasi kinerja BSN yang mampu membukukan kinerja positif dalam satu tahun perjalanan di bawah entitas baru.
"BTN mengapresiasi kinerja rekan-rekan di BSN yang hanya dalam kurun waktu singkat sudah bisa mewujudkan mimpi besar menjadi Bank Syariah terbesar ke-2 di Indonesia," kata Nixon saat memberikan sambutan dalam Tasyakuran Milad ke-1 BSN di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.
Nixon berpesan agar BSN terus menjaga pertumbuhan dan mempertahankan keunggulan pembiayaan sektor perumahan yang dimiliki selama ini. Selain itu, Nixon meminta BSN memperkuat kemitraan dengan mitra baru dan menjaga kerja sama yang telah terjalin dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengatakan capaian positif pada tahun pertama operasional menjadi bukti proses transformasi kelembagaan sejak akuisisi Bank Victoria Syariah hingga spin-off pada Desember 2025 berjalan efektif.
"Transformasi BSN bukan sekadar perubahan papan nama atau kelembagaan semata. Yang jauh lebih krusial adalah bagaimana perubahan ini memberi nilai tambah nyata, memperkuat kinerja, dan menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Alex.
Di tengah ekspansi pembiayaan, BSN juga menjaga kualitas aktiva produktif.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu (kanan) bersama Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor (tengah). Foto: dok BSN
KPR subsidi tetap jadi tulang punggung
Sebagai bank syariah yang berfokus pada sektor perumahan, BSN terus memperkuat penyaluran pembiayaan kepemilikan rumah. Sepanjang tujuh bulan pertama 2026, perseroan telah merealisasikan penyaluran KPR Subsidi sebanyak 33.222 unit rumah.
Hingga akhir 2026, BSN menargetkan penyaluran KPR Subsidi sebanyak 69.636 unit rumah, melampaui capaian 2025 sebanyak 59.463 unit.
Untuk segmen KPR nonsubsidi, realisasi pembiayaan hingga Juli 2026 mencapai Rp2,68 triliun, tumbuh 21,42 persen YoY. Secara akumulatif, outstanding KPR Subsidi BSN tercatat Rp37,95 triliun atau tumbuh 24,18 persen YoY. Sementara itu, outstanding KPR nonsubsidi mencapai Rp18,64 triliun, tumbuh 18,56 persen YoY.
Selain melalui kemitraan dengan pengembang, BSN juga mengembangkan kanal digital melalui platform Bale Syariah by BSN. Hingga Juli 2026, platform tersebut telah memiliki lebih dari 225 ribu pengguna aktif dengan akumulasi transaksi lebih dari dua juta kali dan volume mencapai Rp4,88 triliun.
Kinerja BSN pada tahun pertama juga mendapat apresiasi dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir berharap BSN tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Umat Islam merupakan mayoritas penduduk di negeri ini, namun secara kualitas ekonomi masih menghadapi tantangan ketertinggalan. Kehadiran BSN diharapkan dapat menjadi pilar strategis yang menopang dan memajukan ekonomi umat, khususnya di sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," ungkap dia.
Haedar mendorong agar kolaborasi antara BSN dengan PP Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), hingga organisasi 'Aisyiyah ditingkatkan menjadi program yang lebih konkret, aman, cepat, dan mudah dijangkau.
"Muhammadiyah terus bergerak membangun ikhtiar di bidang pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi masyarakat di daerah terdepan dan terpencil. Kerja sama dengan BSN harus tepat sasaran agar dapat memberikan kemanfaatan dan berkah yang sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa," jelas Haedar.