BNPB Tegaskan Isu Tsunami di NTT Hoaks

Kepala BNPB, Letjen Suharyanto. Dok. Tangkapan Layar

BNPB Tegaskan Isu Tsunami di NTT Hoaks

Metro TV • 24 August 2026 18:41

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan isu soal tsunami di Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan informasi tidak benar atau hoaks. Belum ada gempa susulan yang bekekuatan lebih besar dari gempa utama magnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

“Ada isu tsunami susulan, semua itu tidak betul. Karena setiap pagi instansi yang berwenang, Kepala BMKG selalu menginformasikan perkembangan gempa. Dan dalam delapan hari ini tidak pernah ada satu pun gempa susulan yang melebihi gempa utama,” kata Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, dalam konferensi pers daring, Senin, 24 Agustus 2026.

Hingga pukul 05.00 WIB, hari ini, gempa susulan terjadi 6.409 kali. Skala terkecil dengan magnitudo 1,1 dan skala terbesar magnitudo 6,2.

Gempa susulan ini diprediksi terjadi setidaknya dalam tiga sampai empat minggu ke depan. Kondisi ini membuat 180 ribu orang masih mengungsi.

Meski jumlah pengungsi masih tinggi, Suharyanto memastikan rantai pasok logistik terkendali dengan baik. “Untuk pemandu pengendalian (logistik) di hari ini sudah semakin lancar karena terbentuknya posko-posko nasional maupun daerah,” kata Suharyanto.


Penyaluran logistik ke pengungsi korban gempa NTT menggunakan motor. Dok. Tangkapan Layar

Total 1.225 ton logistik yang tersalurkan di NTT hingga Minggu, 23 Agustus 2026. Sebanyak 869 ton logistik disalurkan di Labuan Bajo dan 356 ton logistik di Maumere.

Untuk daerah yang sulit diakses, BNPB menyiapkan pendistribusian logistik dengan roda dua yang dilakukan TNI-Polri bersama relawan. Terutama, pendistribusian logistik untuk pengungsi yang berada di posko mandiri.

“Ada armada-armada di tingkat kabupaten baik menggunakan roda empat, pick up kecil, sepeda motor, bahkan dengan cara jalan kaki, seperti distribusi ke Pulau Paloe,” ujar Suharyanto. 

(Afifah Alfina)

(Achmad Zulfikar Fazli)