Operasi Udara Diperkuat untuk Menangani Karhutla Kalsel

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 36 hektare di Desa Penggalaman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). Foto: Dok. Kemenhut.

Operasi Udara Diperkuat untuk Menangani Karhutla Kalsel

Fachri Audhia Hafiez • 23 August 2026 11:47

Banjar: Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Penggalaman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), diperkuat. Salah satunya dengan mengerahkan operasi pemadaman terpadu lewat pengerahan tim darat dan penambahan armada udara.

"Insya Allah nanti kita akan koordinasi bagaimana kemudian pasukan darat, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD dan juga water bombing kita arahkan ke tempat-tempat yang memang sangat perlu,” ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni saat meninjau lokasi karhutla di Penggalaman, Kabupaten Banjar, Kalsel, Minggu, 23 Agustus 2026.
 


Sebagai langkah penguatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memobilisasi satu unit helikopter water bombing tambahan dari Riau menuju Kalsel. Pengalihan armada udara ini dilakukan mengingat kondisi karhutla di wilayah Riau saat ini dinilai relatif terkendali.

“Riau Alhamdulillah angkanya lebih rendah lagi, jadi kita pinjam dulu sementara dari teman-teman untuk penambahan water bombing di Kalimantan Selatan ini,” kata Raja Juli.


Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Foto: Dok. Kemenhut.

Berdasarkan data SiPongi atau Sistem Pemantauan Karhutla Kementerian Kehutanan (Kemenhut), jumlah titik panas (hotspot) di Kalsel sempat fluktuatif. Awalnya 157 titik pada 21 Agustus melandai ke 11 titik pada Sabtu malam, 22 Agustus , sebelum kembali melonjak menjadi 44 titik pada Minggu pagi, 23 Agustus 2026.

“Masih ada per hari ini seperti tadi, per jam 6 pagi tadi masih ada 44 titik panas di Banjar, Banjarbaru, HSS, dan Tapin,” ujar Raja Juli.

(Fachri Audhia Hafiez)