KMP Ile Ape di Pelabuhan Ferry Kewapante. (Metro TV/ Ignas Kunda)
Distribusi Bantuan Gempa ke Pulau Palue Dilakukan via Kapal Kayu
Ignas L Kunda • 27 August 2026 09:45
Sikka: Distribusi bantuan logistik untuk warga terdampak gempa Flores di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), terhambat selama dua hari. Satgas Posko BPBD Sikka berkoordinasi untuk mencari alternatif distribusi bantuan ke Pulau Palue menggunakan kapal kayu.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka, Yohanes Emil Satriawan, mengatakan kondisi ini terjadi setelah sandaran kapal di Pelabuhan Ferry Kewapante patah. Sandaran kapal patah saat proses pemindahan bantuan menggunakan kendaraan roda empat ke kapal dalam kondisi air laut surut.
"Ada yang datang masuk kendaraannya setelah surut maka terjadilah seperti ini patah," kata Yohanes di Sikka, Kamis, 27 Agustus 2026.
Baca Juga :
TNI Kirim 11,740 Ton Bantuan Gempa NTT
Kerusakan tersebut membuat kendaraan roda empat yang mengangkut bantuan logistik tidak dapat masuk ke kapal KMP Ile Ape. Akibatnya, sejumlah bantuan untuk warga terdampak di Pulau Palue masih tertahan di Pelabuhan Ferry Kewapante.
Yohanes mengatakan kendaraan roda empat tidak dapat masuk ke kapal. Sandaran yang patah mengalami kemiringan sehingga membahayakan proses pemuatan bantuan.
"Distribusi bantuan kalo logistik curah, artinya kalau datang truk muat barangnya saja, logistik dibawa manusia atau sepeda motor masih bisa. Angkutan roda empat tidak bisa," ungkapnya.
Bantuan yang tertahan antara lain kebutuhan dasar serta kendaraan roda dua dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang akan digunakan untuk operasional di lokasi bencana.
Saat ini, anak buah kapal (ABK) masih berupaya memperbaiki sandaran kapal yang patah tersebut.

Kondisi sandaran KMP Ile Ape di Pelabuhan Ferry Kewapante. (Metro TV/ Ignas Kunda)