Perjalanan Karier dan Visi Destry Damayanti, Selangkah Lagi Jabat Gubernur BI

Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI) Desty Damayanti. Foto: dok BI.

Perjalanan Karier dan Visi Destry Damayanti, Selangkah Lagi Jabat Gubernur BI

Muhamad Marup • 28 August 2026 17:13

Jakarta: Komisi XI DPR RI menyetujui Destry Damayanti untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode 2026-2031 melalui Rapat Internal. Keputusan tersebut diambil setelah Komisi XI menyelesaikan rangkaian uji kelayakan dan kepatutan terhadap empat calon pimpinan BI.

Tahapan tersebut merupakan bagian dalam proses pergantian kepemimpinan BI setelah posisi Gubernur BI sebelumnya kosong. Sebelumnya, Destry menjalankan tugas sebagai Pejabat sementara (PJs) Gubernur BI.

Posisi tersebut melanjutkan perjalanan Destry di BI yang telah dimulai sejak 2019 sebagai Deputi Gubernur Senior. Selama menjabat, Destry telah memiliki pengalaman dalam menjalankan kebijakan bank sentral dan menghadapi berbagai dinamika ekonomi nasional.

Pengalaman Destry di BI juga melengkapi perjalanan karirnya yang sebelumnya banyak berkaitan dengan bidang ekonomi, perbankan, pemerintahan, dan riset. 

Berikut profil Destry Damayanti, perjalanan karier, pengalaman di BI, serta visi yang dibawanya untuk memimpin bank sentral periode 2026-2031.

Profil Destry Damayanti

Destry Damayanti lahir di Jakarta pada 1963 dan memiliki latar belakang pendidikan di bidang ekonomi. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan pendidikan hingga memperoleh gelar Master of Science dari Field of Regional Science, Cornell University, New York, Amerika Serikat.

Bekal pendidikan tersebut kemudian mengantarkan Destry ke sejumlah posisi di bidang ekonomi dan keuangan. Sebelum masuk ke jajaran pimpinan BI, ia telah berpengalaman sebagai penasihat ekonomi, peneliti, pengajar, hingga ekonom di sektor perbankan.

Perjalanan Karier

Populer Ekonomi: Destry Terpilih sebagai Gubernur BI hingga Kuota FLPP Naik

Destry Damayanti ditunjuk menjadi Pejabat Gubernur BI sementara menggantikan Perry Warjiyo. Foto: tangkapan layar YouTube TV Parlemen.

Perjalanan profesional Destry dimulai sebagai Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000-2003. Setelah itu, ia menjadi peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005-2006, sebelum melanjutkan karier sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005-2011.

Pengalamannya di sektor keuangan kemudian bertambah ketika Destry dipercaya menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015. Pada periode yang hampir bersamaan, ia juga mendapat tugas sebagai Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada 2014-2015.

Dari sektor perbankan dan pemerintahan, perjalanan Destry berlanjut ke lembaga yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Ia menjadi Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk periode 2015-2019.

Pengalaman tersebut menjadi bekal sebelum Destry masuk ke jajaran pimpinan BI. Ia resmi menjadi Deputi Gubernur Senior BI pada 2019 berdasarkan Keputusan Presiden RI No.74/P Tahun 2019 tanggal 29 Juli 2019 untuk periode 2019-2024 dan mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2019.

Kinerja dan pengalaman Destry di posisi tersebut kemudian membuat kepercayaan kepadanya berlanjut ke periode berikutnya. Melalui Keputusan Presiden RI Nomor 74/P Tahun 2024 tanggal 10 Juli 2024, Destry kembali ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI untuk periode 2024-2029 dan mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2024.

Dengan dua periode sebagai Deputi Gubernur Senior, Destry telah sekitar tujuh tahun berada dalam jajaran pimpinan bank sentral sebelum Komisi XI DPR RI menetapkannya sebagai calon Gubernur BI periode 2026-2031. Selama berada di BI, ia terlibat dalam berbagai kebijakan yang berkaitan dengan upaya menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan.

Pandangan Destry mengenai pertumbuhan ekonomi juga terlihat dalam seminar nasional pada 24 Juli 2026 ketika dirinya masih menjabat Deputi Gubernur Senior BI. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa pembiayaan memiliki peran strategis karena penyaluran kredit kepada dunia usaha dapat meningkatkan produktivitas, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat daya saing dunia usaha.

Pengalaman Destry di BI kemudian berlanjut ke posisi yang lebih penting setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada Juli 2026. Pemerintah menerima pengunduran diri tersebut pada 27 Juli 2026, sehingga tugas Gubernur BI untuk sementara dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior.

Sebagai pejabat yang berada dalam posisi tersebut, Destry kemudian ditetapkan sebagai Pejabat Gubernur Sementara (Pjs) BI melalui Rapat Dewan Gubernur pada 26 Juli 2026. Penunjukan itu membuat Destry memimpin BI dalam masa transisi sebelum adanya Gubernur definitif.

Masa transisi tersebut kemudian berlanjut ke proses pemilihan Gubernur BI berikutnya. Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Destry sebagai calon tunggal Gubernur BI kepada DPR, sebelum Komisi XI melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadapnya.

Setelah melalui proses tersebut, Komisi XI DPR RI akhirnya menyetujui Destry sebagai Gubernur BI periode 2026-2031 melalui musyawarah mufakat. Selain Destry, Komisi XI merestui Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI untuk periode yang sama. Keputusan tersebut tersebut juga memberikan posisi khusus bagi Destry dalam sejarah BI karena ia berpeluang menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan Gubernur BI. Dengan pengalaman panjang di bidang ekonomi dan bank sentral, Destry selanjutnya membawa sejumlah visi untuk menjalankan kepemimpinan BI.

Visi Destry sebagai Gubernur BI

Dalam uji kelayakan dan kepatutan di DPR, Destry memaparkan arah kebijakan yang akan dibawanya jika memimpin BI. Ia mengusung visi agar bank sentral tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan, sekaligus kredibel dalam menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Untuk mencapai visi tersebut, Destry menilai independensi BI harus tetap dijaga meskipun koordinasi dengan pemerintah dan lembaga negara lainnya perlu diperkuat. Menurutnya, sinergi antar lembaga semakin dibutuhkan karena persoalan ekonomi yang dihadapi Indonesia semakin kompleks.

Meski koordinasi diperkuat, Destry menekankan langkah tersebut tidak boleh mengurangi kredibilitas dan independensi bank sentral. Ia juga menyatakan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja dengan tetap menjaga stabilitas keuangan.

(Muhamad Marup)