2 Gunung Api di NTT Erupsi Bersamaan, Warga Diminta Waspada

Erupsi gunung Lewotobi Laki Laki. ANTARA/HO-Pos Pemantau Gunung Lewotobi Laki-laki

2 Gunung Api di NTT Erupsi Bersamaan, Warga Diminta Waspada

Palce Amalo • 30 August 2026 16:48

Kupang: Dua gunung api di Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata dan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, mengalami erupsi pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Gunung Ili Lewotolok di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, mengalami erupsi pada pagi hari. Sementara itu, Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, mengalami erupsi pada siang hari.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Syawaludin, mengatakan erupsi terjadi pada pukul 09.38 Wita. Kolom letusan teramati mencapai sekitar 700 meter di atas puncak atau sekitar 2.123 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal teramati bergerak ke arah Barat dan Barat Laut. Aktivitas erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi 113 detik.

Syawaludin meminta masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok, termasuk pengunjung, pendaki, dan wisatawan, tidak memasuki ataupun melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung. Larangan aktivitas juga berlaku dalam radius 3 kilometer pada sektor Selatan dan Tenggara.

"Waspadai potensi guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ili Lewotolok," tulisnya.
 


Masyarakat juga diminta menggunakan masker atau pelindung hidung dan mulut serta perlengkapan pelindung mata dan kulit untuk mengurangi paparan abu vulkanik. Tempat penampungan air bersih juga disarankan ditutup agar tidak tercemar abu vulkanik.

Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur juga mengalami erupsi pada hari yang sama. Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, Fransiskus Xaverius Masan, mengatakan erupsi terjadi pada pukul 13.57 WITA.

Kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau mencapai sekitar 2.184 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke arah barat daya dan barat.

“Pada saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” ujarnya.


Erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki di Flores Timur. ANTARA/HO-PPG Lewotobi Laki Laki/pri.


Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki, termasuk pengunjung dan wisatawan, diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Selain ancaman abu vulkanik, warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan pada sungai yang berhulu di kawasan puncak Gunung Lewotobi Laki-laki ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Sejumlah wilayah diminta meningkatkan kewaspadaan, meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

"Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru dan Nawakote," sebutnya.

Masyarakat yang terdampak hujan abu juga diimbau mengenakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik terhadap sistem pernapasan.

(Whisnu M)