Kisah Haru Haji Asal Bone, Berangkat Pakai Kursi Roda Pulang Berjalan Kaki

Supanto Darto Atemo bisa berjalan kaki setelah pulang dari Tanah Suci. (Metro TV/ Sabda Rolle)

Kisah Haru Haji Asal Bone, Berangkat Pakai Kursi Roda Pulang Berjalan Kaki

18 June 2026 12:30

Bone: Langkah itu memang tidak terlalu cepat. Namun bagi Supanto Darto Atemo, penjual bakso asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, setiap langkah yang ia ayunkan adalah karunia yang tak ternilai harganya.

Satu bulan sebelumnya, haji berusia 73 tahun ini dilepas menuju Tanah Suci dalam kondisi yang jauh berbeda. Akibat cedera setelah terjatuh di kamar mandi, ia harus duduk di atas kursi roda saat berangkat menunaikan ibadah haji bersama sang istri.

Namun pemandangan berbeda terlihat saat Supanto kembali ke Tanah Air. Setibanya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, ia turun dari pesawat dan berjalan kaki tanpa menggunakan kursi roda.
 


Momen tersebut langsung mengundang haru keluarga, sesama jemaah, hingga petugas yang menyambut kedatangannya. Menurut pembimbing jemaah, perubahan kondisi Supanto mulai terlihat hanya tiga hari setelah tiba di Masjidil Haram.

"H+3 dia jalan," ujar pembimbing haji sambil merangkul dan membantu Supanto berjalan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Kamis, 18 Juni 2026. 

Selama menjalani rangkaian ibadah haji, ada satu hal yang tidak pernah hilang dari Supanto, yaitu harapan dan keyakinan bahwa Allah mampu mengubah segalanya. Di depan Ka’bah, ia terus berdoa memohon kesembuhan dan kekuatan agar dapat menjalankan ibadah dengan sempurna.

Awalnya Supanto masih harus dibantu kursi roda. Namun hari demi hari, ia mulai memaksakan diri untuk berdiri, selangkah demi selangkah, hingga akhirnya mampu berjalan sendiri. Bahkan ia berhasil menyelesaikan tawaf tujuh putaran mengelilingi Ka’bah. 

Sebuah pencapaian yang mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang. Tetapi bagi Supanto, ini merupakan perjalanan panjang yang dipenuhi air mata, doa, dan perjuangan.


Supanto Darto Atemo ketika hendak berangkat haji menggunakan kursi roda. (Metro TV/ Sabda Rolle)


Kini, kursi roda yang menemaninya berangkat telah ia tinggalkan di Tanah Suci. Bukan karena tidak diperlukan lagi, tetapi agar dapat digunakan oleh jemaah lain yang membutuhkan.

Di kampung halamannya di Bone, Supanto dikenal sebagai penjual bakso sederhana selama kurang lebih 20 tahun. Dari gerobak dan mangkuk bakso itulah, ia menafkahi keluarga dan menabung hingga akhirnya bisa menjadi tamu Allah.

Di antara jutaan langkah para jemaah haji di Tanah Suci, kisah Haji Supanto menjadi pengingat bahwa tak ada yang mustahil jika Allah menghendaki. (Sabda Rolle)

(Silvana Febiari)