Hadapi Dominasi Tiongkok, Jepang Eksplorasi Mineral Tanah Jarang di Laut Dalam

Ilustrasi bendera Jepang. (Anadolu Agency)

Hadapi Dominasi Tiongkok, Jepang Eksplorasi Mineral Tanah Jarang di Laut Dalam

Muhammad Reyhansyah • 12 January 2026 14:03

Tokyo: Jepang akan memulai eksplorasi unsur tanah jarang di laut dalam Samudra Pasifik Selatan pada Senin, 12 Januari 2026, sebagai bagian dari upaya mendiversifikasi rantai pasokan di tengah kebijakan pembatasan ekspor tanah jarang yang semakin ketat dari Tiongkok, demikian dilaporkan media Jepang.

Kapal riset Jikyu milik Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC) dijadwalkan bertolak dari Pelabuhan Shimizu, Prefektur Shizuoka, menuju perairan sekitar Minamitorishima—pulau paling timur Jepang yang berjarak sekitar 1.950 kilometer dari Tokyo. Informasi tersebut dilaporkan Asahi Shimbun dan sejumlah media lainnya.

Mengutip UPI, kapal tersebut akan melakukan operasi uji coba di dalam zona ekonomi eksklusif Jepang, sekitar 150 kilometer di tenggara Minamitorishima. Uji coba ini bertujuan mengevaluasi peralatan serta prosedur penambangan laut dalam sebelum masuk tahap berikutnya.

Dalam operasi tersebut, tim peneliti berencana menurunkan perangkat penambangan hingga kedalaman sekitar 6.000 meter di dasar laut untuk mengambil lumpur yang mengandung unsur tanah jarang. Media Jepang melaporkan sampel hasil pengambilan berpeluang berhasil diangkat ke permukaan paling cepat pada akhir Januari.

Lumpur yang diperoleh selanjutnya akan melalui proses pemisahan dan pemurnian, baik di atas kapal maupun di fasilitas darat. Operasi uji coba ini dijadwalkan berlangsung hingga 14 Februari.

Apabila uji coba dinilai berhasil, otoritas Jepang akan meninjau kelayakan komersial proyek tersebut. Media melaporkan pemerintah menargetkan peluncuran eksperimen penambangan skala penuh mulai Februari tahun depan, dengan kapasitas produksi yang dapat mencapai hingga 350 ton sedimen mengandung unsur tanah jarang per hari.

Media Jepang menyebut inisiatif ini sebagai uji coba penambangan tanah jarang laut dalam pertama di dunia. Langkah tersebut juga dipandang sebagai bagian dari strategi Jepang membangun rantai pasokan yang lebih mandiri, di tengah dominasi Tiongkok dalam produksi dan pemrosesan unsur tanah jarang global yang krusial bagi industri teknologi tinggi dan energi bersih.

Baca juga:  Jepang Desak Tiongkok Cabut Pembatasan Ekspor Mineral Langka

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)