Bahrain kembali mengaktifkan sirene serangan udara untuk kelima kalinya pada Sabtu, 18 Juli 2026. (Anadolu Agency)
Bahrain Aktifkan Sirene Serangan Udara Kelima di Tengah Konflik Iran-AS
Willy Haryono • 18 July 2026 17:03
Manama: Sirene peringatan serangan udara kembali dibunyikan di Bahrain pada Sabtu, 18 Juli 2026, yang menjadi kali kelima di tengah meningkatnya eskalasi militer antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Melalui unggahan di platform media sosial X, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengimbau seluruh warga dan penduduk agar tetap tenang serta segera menuju lokasi yang dianggap aman.
"Kami mengimbau seluruh warga dan penduduk untuk tetap tenang dan menuju tempat aman terdekat," ujar pernyataan kementerian yang dilansir Anadolu Agency.
Bahrain belum memberikan rincian mengenai penyebab spesifik diaktifkannya sirene maupun apakah terdapat serangan yang berhasil mencapai wilayah negara tersebut.
Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Dalam beberapa hari terakhir, Washington melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang sejumlah negara di kawasan Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat, termasuk Bahrain.
Sebelumnya, Angkatan Pertahanan Bahrain menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sejumlah rudal serta pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan Iran ke wilayahnya.
Aksi saling serang itu terjadi meskipun Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu sebagai upaya mengakhiri perang dan mencapai kesepakatan damai jangka panjang.
Namun, dalam beberapa hari terakhir, eskalasi militer kembali meningkat, memperburuk situasi keamanan di kawasan Teluk dan Selat Hormuz.
Baca juga: Bahrain Berhasil Cegat Sejumlah Serangan Rudal dan Drone Iran