Presiden Prabowo Subianto menutup rangkaian kegiatan akhir tahun 2025 dengan mengunjungi langsung wilayah terdampak bencana di Sumatra (Foto:Dok.Metro TV)
Pergantian Tahun 2026 Berlangsung Khidmat, Indonesia Bersatu Pulihkan Luka Bencana
Rosa Anggreati • 1 January 2026 16:40
Jakarta: Pergantian tahun 2025 menuju 2026 di berbagai wilayah Indonesia berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh empati. Tidak hanya menjadi momen perayaan, malam tahun baru kali ini juga dimaknai sebagai ajang refleksi dan penguatan solidaritas nasional bagi masyarakat yang terdampak bencana alam, khususnya di Sumatra dan Aceh.
Sejumlah kegiatan pergantian tahun di Tanah Air digelar dengan nuansa sederhana, menyesuaikan kondisi kebencanaan yang masih berlangsung. Dari Jakarta hingga Papua, masyarakat memilih merayakan tahun baru dengan doa, muhasabah, serta harapan akan pemulihan dan masa depan yang lebih baik.
Rekayasa Lalu Lintas dan Pengamanan Tahun Baru
Di wilayah Jawa Barat, Satuan Lalu Lintas Polres Bogor melakukan penutupan bertahap jalur wisata Puncak guna mengamankan malam pergantian tahun. Penutupan dimulai sejak pukul 19.00 WIB di Gerbang Tol Ciawi, disusul Simpang Ciawi pukul 20.00 WIB, dan penutupan total jalur Puncak pada pukul 22.00 WIB hingga 01.00 WIB.
Rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk mendukung pelaksanaan Car Free Night, sekaligus memastikan keselamatan dan kelancaran arus kendaraan. Selama penutupan, jalur Puncak disterilkan dari kendaraan dan arus lalu lintas dialihkan ke jalur Sukabumi serta Tol Bocimi.
Muhasabah Akhir Tahun di Masjid Istiqlal
Sementara itu di Jakarta, Masjid Istiqlal menggelar Malam Muhasabah Akhir dan Awal Tahun 2025–2026 yang diikuti ribuan jamaah. Kegiatan bertema Meniti Detik Akhir Meraih Awal Berkah ini menjadi ruang refleksi dan evaluasi diri menyambut tahun baru.
Rangkaian acara dimulai pukul 21.00 WIB hingga dini hari, diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, tausiyah, muhasabah, serta ditutup dengan salat Subuh berjamaah. Panitia menegaskan kegiatan terbuka untuk umum dengan tetap menjaga ketertiban dan adab di lingkungan masjid.
“Momen pergantian tahun sebaiknya dijadikan waktu untuk memperbaiki niat dan memperkuat komitmen ibadah,” ujar salah satu panitia Masjid Istiqlal.
Bundaran HI hingga Papua Lebih Sederhana
Di jantung Ibu Kota, kawasan Bundaran Hotel Indonesia mulai dipadati warga sejak sore hari. Meski hujan sempat turun, masyarakat tetap bertahan menyambut pergantian tahun dengan pertunjukan musik, visual, dan pertunjukan cahaya tanpa pesta kembang api.
Sementara di Papua, suasana pergantian tahun berlangsung lebih tenang. Gemerlap lampu menghiasi kawasan Kantor Gubernur Papua, namun aktivitas warga cenderung terbatas. Kesederhanaan ini dinilai sebagai bentuk empati masyarakat Papua terhadap saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi bencana.
Doa dan Harapan dari Pengungsian
Dari wilayah terdampak bencana, harapan dan doa mengalir kuat. Di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tamiang, ratusan warga menggelar pengajian umum bertajuk Aceh Bangkit sebagai bentuk penguatan spiritual pascabencana banjir bandang dan longsor.
“Kami berharap tahun 2026 menjadi tahun yang lebih baik. Kami ingin segera pulih dan memiliki rumah kembali,” ujar salah satu pengungsi asal Desa Pantan Kemuning, Bener Meriah.
Hal serupa disampaikan warga di hunian sementara di Hutabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Meski hidup dalam keterbatasan, optimisme tetap terjaga.
“Kalau harta bisa dicari lagi, tapi keluarga tidak bisa diganti. Kami bersyukur semua selamat dan berharap bisa segera bangkit,” tutur seorang pengungsi dengan mata berkaca-kaca.
Presiden Prabowo Pastikan Negara Hadir
Presiden Prabowo Subianto menutup rangkaian kegiatan akhir tahun 2025 dengan mengunjungi langsung wilayah terdampak bencana di Sumatra. Di Tapanuli Selatan, Presiden meninjau pembangunan jembatan darurat dan berdialog dengan warga serta petugas lapangan.
“Kita menghadapi musibah, tetapi kita harus tetap kuat, ikhlas, dan bergotong royong. Percayalah, pemerintah tidak akan meninggalkan rakyatnya,” kata Presiden Prabowo di hadapan warga.
Presiden juga menyampaikan bahwa pemulihan infrastruktur dan pembangunan kembali rumah warga menjadi prioritas utama pemerintah. Ia menekankan pentingnya menjaga alam dan menegaskan negara akan bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang merusak lingkungan.
“Saya memilih menghabiskan pergantian tahun bersama rakyat yang sedang dalam kesulitan. Itu adalah tugas kami sebagai pemerintah,” ujar Prabowo.
Detik-detik pergantian 2026 pun disambut dengan doa dan harapan di berbagai penjuru Tanah Air. Tanpa gemerlap berlebihan, Indonesia menutup tahun dengan empati dan membuka lembaran baru dengan semangat kebersamaan. Tahun 2026 diharapkan menjadi titik awal pemulihan, penguatan solidaritas, serta kebangkitan bangsa menuju masa depan yang lebih baik.