Para petugas PLN memasang kWh meter di masing-masing unit Rumah Hunian Danantara (Huntara) Aceh Tamiang. Foto: dok PLN.
Siapkan Lahan, PTPN Group Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang
Ade Hapsari Lestarini • 2 January 2026 12:22
Aceh: PT Perkebunan Nusantara Group terlibat aktif mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana melalui penyediaan lahan untuk pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara). Dukungan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia sebagai wujud kehadiran negara dalam menyediakan hunian sementara yang layak dan bermartabat.
Pembangunan Huntara dimulai pada 24 Desember 2025 dan menunjukkan percepatan signifikan. Hingga 1 Januari 2026, sebanyak 198 unit telah terbangun. Pembangunan akan terus dilanjutkan dengan target 15 ribu unit dalam tiga bulan ke depan guna memastikan ketersediaan hunian sementara bagi keluarga terdampak.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menyampaikan penyediaan lahan merupakan kontribusi PTPN Group dalam mendukung percepatan pembangunan hunian sementara yang aman dan manusiawi.
"Hunian yang layak adalah fondasi awal bagi masyarakat untuk kembali bangkit. Melalui penyediaan lahan, kami mendukung langkah negara agar warga terdampak dapat segera menata kembali kehidupan mereka secara aman dan bermartabat," ujar dia, dalam keterangan tertulis, Jumat, 2 Januari 2026.

Rumah Hunian Danantara. Foto: dok PTPN Group.
Rumah Hunian Danantara
Rumah Hunian Danantara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat dengan mengedepankan martabat dan kenyamanan dasar warga. Setiap unit hunian dilengkapi dua kasur, satu lemari, dan kipas angin. Kawasan Huntara didukung listrik gratis dan akses Wi-Fi gratis, serta MCK komunal terpisah untuk memastikan kebersihan dan standar sanitasi.
Selain itu, tersedia fasilitas umum berupa klinik layanan kesehatan dan taman bermain anak. Seluruh pembangunan dilakukan dengan konsep modular untuk memastikan kecepatan sekaligus kualitas hunian. Dalam kunjungannya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan tujuan negara adalah secepatnya bekerja untuk meringankan penderitaan masyarakat. Ia menyatakan Danantara Indonesia membuktikan kemampuan bisa membangun 600 hunian dalam waktu singkat melalui kerja keras seluruh pihak.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan pencapaian pembangunan Huntara hingga awal tahun ini tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi lintas pihak, khususnya peran aktif BUMN dalam mendukung eksekusi di lapangan.
"Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya. BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak," jelas Rosan.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna bersama Presiden Prabowo Subianto. Foto: dok PTPN Group.
Baca Juga :
Percepatan Huntara Danantara di Aceh Tamiang, Presiden Prabowo Dorong Sinergi BUMN dan BSN
Kolaborasi BUMN
Pembangunan tahap pertama Huntara merupakan hasil kolaborasi BUMN. Holding Perkebunan Nusantara berperan dalam penyediaan lahan, sementara konstruksi dilaksanakan oleh BUMN Karya secara terkoordinasi, serta didukung penguatan infrastruktur dasar, konektivitas, dan pembiayaan.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyoroti disiplin eksekusi dan intensitas kerja BUMN dalam mengejar target waktu yang ketat. Pembangunan Rumah Hunian Danantara dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas.
"BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, melakukan percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara simultan agar target dapat tercapai sebelum awal tahun. Ini adalah contoh konkret bagaimana BUMN menjalankan peran strategisnya sebagai perpanjangan tangan negara, bukan hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada kepentingan sosial dan kemanusiaan," ujar dia.
Kabupaten Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah terdampak paling parah akibat bencana hidrometeorologi ekstrem pada akhir November 2025, yang berdampak pada lebih dari 100 ribu jiwa serta menyebabkan kerusakan luas pada permukiman dan infrastruktur dasar. Memasuki fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan awal, kebutuhan terhadap hunian sementara yang layak menjadi sangat mendesak.
PTPN Group menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pemulihan yang terkoordinasi bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, sebagai bagian dari gotong royong BUMN dalam menghadirkan solusi berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana.