Dinkes Jabar Waspadai Lonjakan Penyebaran Campak saat Mudik

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat R Vini Adiani Dewi memberikan keterangan di Bandung. ANTARA/Ricky Prayoga

Dinkes Jabar Waspadai Lonjakan Penyebaran Campak saat Mudik

Whisnu Mardiansyah • 12 March 2026 23:33

Bandung: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai ledakan penularan virus campak di tengah masifnya pergerakan massa pada momentum mudik Idulfitri 2026. Daya tular penyakit ini sangat agresif, di mana satu orang penderita mampu menginfeksi 12 hingga 18 orang lainnya dalam waktu singkat.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Rd Vini Adiani mengatakan Idulfitri merupakan momen pergerakan massa yang masif dan pertemuan banyak orang, sehingga risiko penularan campak meningkat signifikan.

"Idulfitri merupakan momen pergerakan massa yang masif dan pertemuan banyak orang. Oleh karena itu, masyarakat perlu mewaspadai penyakit tersebut karena mudah menular," ujar Vini di Bandung seperti dilansir Antara, Kamis, 12 Maret 2026.

Peringatan ini disampaikan Vini menyusul data statistik yang menunjukkan lonjakan tajam kasus positif campak di Jawa Barat. Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.785 kasus, meroket drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 271 kasus. Sementara itu, tren kenaikan terus berlanjut dengan temuan 252 kasus hanya dalam periode Januari hingga Februari 2026.
 


Vini menjelaskan penularan dapat terjadi secepat kilat melalui percikan batuk atau bersin, kontak langsung, hingga menyentuh benda yang terkontaminasi virus. Sebagai langkah antisipasi paling efektif, masyarakat diminta segera melengkapi imunisasi campak dosis kedua, terutama bagi anak usia 9 hingga 59 bulan, sebelum melakukan perjalanan mudik.

"Upaya paling efektif mengantisipasi campak yakni dengan cara melengkapi imunisasi campak sampai dosis kedua sebelum mudik Idulfitri," katanya.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menggencarkan Catch Up Campaign (CUC) atau Imunisasi Kejar Serempak. Layanan ini tersedia di posyandu, puskesmas, sekolah PAUD/TK, tempat ibadah, hingga pos pelayanan mudik guna menjangkau warga secara luas.

Selain proteksi medis, masyarakat diimbau menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker saat merasa kurang sehat. Jika ditemukan gejala klinis berupa demam yang disertai ruam merah pada tubuh, warga diminta segera melakukan isolasi mandiri dan melapor ke fasilitas kesehatan terdekat guna memutus rantai penularan di jalur mudik.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)