Pertunjukan tari kontemporer Islands karya Wang Yeu-kwn dan Danang Pamungkas menghadirkan refleksi tentang identitas, budaya, dan tradisi. (Metrotvnews.com)
Kolaborasi Tari Kontemporer 'Islands' Satukan Seniman Taiwan dan Indonesia
Dimas Chairullah • 9 May 2026 14:19
Jakarta: Batas-batas identitas, budaya, dan tradisi sering kali menjadi pertanyaan tak berujung di era modern.
Hal inilah yang berusaha dijawab oleh Wang Yeu-kwn, Direktur Artistik Shimmering Production asal Taiwan, bersama penari kenamaan Indonesia, Danang Pamungkas, lewat pertunjukan tari kontemporer bertajuk "Islands."
Karya kolaborasi lintas negara ini disuguhkan secara mendalam dalam sesi media preview yang digelar di Teater Salihara, Jakarta, pada Jumat, 08 Mei 2026 pukul 20.00 WIB.
Karya yang dipentaskan selama 55 menit ini bermula dari perjalanan personal Wang Yeu-kwn ke Indonesia pada tahun 2019 silam. Di sinilah ia kembali bertemu dengan sahabat lamanya, Danang Pamungkas, setelah perjumpaan pertama mereka satu dekade lalu di Taipei.
"Dalam perjalanan ini, saya mendapat banyak pertanyaan tentang identitas, budaya, dan apa itu tradisi saya. Jadi, saya berdiskusi dengan Danang, mungkin kita bisa membuat karya tentang pertanyaan saya, sehingga jadilah Islands," ujar Wang Yeu-kwn dalam sesi Artist Talk kepada Metrotvnews.com, Jumat, 8 Mei 2026.
Wang menjelaskan bahwa pemilihan metafora 'kepulauan' (Islands) bukan tanpa alasan. Baik Taiwan maupun Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki karakter geografis serupa: indah namun menyimpan ketidakstabilan alam.
Di atas panggung, keduanya menelusuri bobot tubuh yang berakar pada daratan dan udara, merespons identitas yang surut dan pasang mengikuti arus waktu layaknya garis pantai.
"Kepulauan selalu tidak stabil, selalu berguncang. Kita harus menghadapi hal-hal seperti topan dan gempa bumi. Saya berharap kami bisa membuat ruang di atas panggung di mana setiap penonton bisa mengambil pengalaman mereka sendiri dan bergabung dalam perjalanan kami," pungkas Wang.
Pementasan Islands tidak hanya menjadi jembatan diplomasi budaya antara Taiwan dan Indonesia, tetapi juga menawarkan dialog sunyi lewat pengalaman ketubuhan yang mengajak penontonnya merefleksikan kembali akar identitas masing-masing.
Baca juga: Salihara Hadirkan Kolaborasi Tari Kontemporer Indonesia-Taiwan Lewat 'Islands'