Trump Sebut Tiga Kapal Perusak AS Bergabung Operasi Blokade di Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu

Trump Sebut Tiga Kapal Perusak AS Bergabung Operasi Blokade di Selat Hormuz

Fajar Nugraha • 8 May 2026 09:21

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa tiga kapal perusak Angkatan Laut AS berhasil melintasi Selat Hormuz di bawah serangan hebat tanpa terkena hantaman langsung.

Kapal-kapal tersebut kini dijadwalkan untuk bergabung kembali dengan barisan blokade AS di jalur perairan vital tersebut. Trump menyebutkan bahwa kapal-kapal militer itu menjadi sasaran rudal dan drone Iran, namun berhasil mencegat seluruh serangan yang datang.

Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump mengeklaim bahwa ketiga kapal perusak kelas dunia tersebut berhasil keluar dari Selat Hormuz dengan sukses meskipun dalam situasi kontak senjata.

Ia menegaskan tidak ada kerusakan yang dialami oleh armada Amerika Serikat, sementara pihak penyerang dari Iran justru mengalami kerusakan besar.

Menurutnya, serangan balasan AS berhasil menghancurkan kekuatan penyerang beserta sejumlah kapal kecil lainnya. "Tiga kapal perusak kami, dengan kru mereka yang hebat, kini akan bergabung kembali dalam blokade angkatan laut kami, yang benar-benar merupakan 'tembok baja'," tulis Trump, seperti dikutip anadolu, Jumat, 8 Mei 2026.

Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa pasukannya mencegat serangan tanpa provokasi dari pihak Iran. CENTCOM menyatakan pihaknya merespons dengan serangan pertahanan diri saat kapal-kapal perang AS tersebut sedang melakukan transit dari Selat Hormuz menuju Teluk Oman.

Dipastikan tidak ada aset Amerika Serikat yang terkena serangan selama perlintasan tiga kapal perusak berpeluru kendali tersebut. Dalam keterangannya, CENTCOM mengeklaim telah melumpuhkan ancaman yang datang serta menargetkan fasilitas militer Iran yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan AS.

Target serangan balasan tersebut mencakup lokasi peluncuran rudal dan drone, pusat komando dan pengendalian, serta titik-titik intelijen, pengawasan, dan pengintaian milik Iran.

(Kelvin Yurcel)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)