Ilustrasi Anadolu
Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi, Prancis Siapkan Bantuan Militer
Fajar Nugraha • 25 September 2026 16:37
Riyadh: Arab Saudi mencegat sejumlah rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi pada Kamis 24 September 2026, setelah mengeluarkan peringatan bagi sejumlah wilayah, termasuk Makkah.
Di tengah situasi tersebut, Prancis berjanji mengirim “sarana militer” untuk membantu melindungi terminal minyak utama Arab Saudi di Yanbu.
Mengutip Channel News Asia, serangan tersebut dilaporkan terjadi ketika pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh terus berkecamuk. Konflik tersebut menewaskan puluhan orang dari kedua pihak.
Rudal tersebut merupakan serangkaian serangan Houthi yang terus meningkat sejak Juli, ketika permusuhan kembali pecah setelah gencatan senjata yang berlangsung selama bertahun-tahun berakhir dan menyeret Yaman ke dalam konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Sejak saat itu, Houthi memberlakukan blokade laut terhadap Arab Saudi, menyerang kapal tanker dan wilayah negara tersebut serta menguasai sejumlah wilayah di pesisir Laut Merah Yaman yang penting bagi ekspor minyak Arab Saudi.
Keberhasilan tersebut semakin memperkuat kendali Iran dan sekutunya atas dua jalur perairan yang menjadi andalan negara-negara di kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi sebagai eksportir minyak mentah terbesar, untuk mengirim minyak dan produk bahan bakar lainnya.
Di tengah meningkatnya tekanan terhadap Arab Saudi, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Prancis berencana “mengirim aset militer, termasuk tentara, radar, dan sistem pertahanan untuk melindungi” Yanbu.
Infrastruktur di dan sekitar Yanbu merupakan salah satu titik penting dalam jaringan instalasi energi Arab Saudi yang luas.
Yanbu menjadi terminal ekspor minyak mentah utama Arab Saudi di Laut Merah dan terhubung dengan wilayah penghasil minyak di sekitar pesisir Teluk melalui jaringan pipa Timur-Barat yang juga dikenal sebagai Petroline.
(Razaqa Hariz)