Houthi makin gencar lepaskan tembakan rudal ke basis pertahanan Pemerintah Yaman. Foto: Anadolu
Kelompok Houthi Menembak 4 Rudal Balistik ke Pertahanan Pemerintah Yaman
Fajar Nugraha • 20 October 2026 09:54
Sanaa: Kelompok Pemberontak Houthi di Yaman menembakkan empat rudal balistik ke kota Marib yang dikuasai pemerintah pada Senin 19 Oktober 2026 malam waktu setempat.
“Di saat yang sama, pihak tentara melaporkan telah memukul mundur serangan Houthi lainnya di wilayah selatan negara tersebut,” menurut keterangan otoritas lokal dan pejabat militer, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa 20 Oktober 2026.
Pemerintah daerah Marib menyatakan bahwa rudal-rudal tersebut menyasar kota yang padat penduduk, yang kini menampung banyak pengungsi.
Serangan terbaru ini terjadi sehari setelah otoritas setempat melaporkan bahwa kelompok Houthi telah menembakkan delapan rudal balistik ke Marib, tanpa memberikan informasi mengenai kemungkinan adanya kerugian atau korban.
Pada 15 Oktober, wilayah tersebut juga melaporkan serangan Houthi yang melibatkan sembilan rudal balistik dan tujuh proyektil lainnya yang menyasar kawasan permukiman.
Marib, yang merupakan basis utama pemerintah sekaligus pusat produksi minyak dan gas, kini menjadi tempat tinggal bagi lebih dari 2,2 juta pengungsi, menurut data pemerintah.
Secara terpisah, tentara Yaman pada hari Senin menyatakan bahwa pasukannya telah berhasil menghalau serangan Houthi di front Kahbub, yang terletak di bagian barat kegubernuran Lahj, Yaman selatan.
Brigade Raksasa Selatan (Southern Giants Brigades) -,kelompok yang berafiliasi dengan tentara,- menyatakan dalam sebuah keterangan bahwa para petempur Houthi melancarkan gelombang serangan bertubi-tubi, yang memicu pertempuran selama berjam-jam dengan penggunaan berbagai jenis senjata.
Dengan dukungan dari koalisi pimpinan Arab Saudi, pasukan pemerintah berhasil memaksa pihak penyerang untuk mundur, menewaskan serta melukai sejumlah petempur Houthi, dan menghancurkan peralatan militer mereka, demikian bunyi pernyataan tersebut.
Pihak brigade tidak merinci jumlah korban jiwa.
Yaman telah terperosok dalam konflik sejak kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan beberapa wilayah kegubernuran pada tahun 2014. Peristiwa ini memicu intervensi dari koalisi pimpinan Arab Saudi pada tahun berikutnya untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.
Pertempuran terkini kembali pecah pada bulan Juli, menyusul kegagalan gencatan senjata yang ditengahi oleh PBB pada tahun 2022.