Selamat dari Kebakaran KMP Batumandi, Penumpang Kehilangan Truk dan Muatan

Yusuf, salah seorang penumpang asal Bengkulu menceritakan peristiwa kebakaran KM Batumandi di perairan Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten pada Rabu, 21 Oktober 2026. ANTARA/Susmiatun Hayati

Selamat dari Kebakaran KMP Batumandi, Penumpang Kehilangan Truk dan Muatan

Silvana Febiari • 21 October 2026 15:30

Cilegon: Sejumlah penumpang kapal motor (KM) Batumandi menceritakan proses evakuasi saat terjadinya kebakaran kapal di perairan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa, 20 Agustus 2026. Salah satunya Yusuf, salah seorang penumpang asal Bengkulu. 

Yusuf menuturkan kebakaran terjadi saat dirinya sedang beristirahat, lalu terbangun ketika ruangan kapal sudah dipenuhi asap tebal. Kepanikan pun terjadi saat para penumpang diminta segera menyeberang dan melompat ke kapal penyelamat.

"Pas bangun tidur, asap sudah ngepul. Kami disuruh loncat ke kapal lain. Barang-barang tidak ada yang selamat, hanya nyawa, baju yang melekat di badan, sama ponsel," kata Yusuf, dilansir dari Antara, Rabu, 21 Oktober 2026.


Saat itu, Yusuf sedang membawa muatan komoditas durian dari Bengkulu dengan tujuan pengiriman ke wilayah Jawa Tengah. Namun, seluruh muatan beserta dokumen penting dan uang tunai miliknya raib tidak terselamatkan.

"Dompet, uang, pakaian, sampai dokumen seperti STNK dan surat-surat penting lainnya ludes semua, tidak ada yang sempat diselamatkan," paparnya.

Ia mengaku langsung mengurus klaim asuransi akibat kehilangan harta benda dan kendaraan yang ikut terbakar dalam insiden tersebut.


KMP Batumandi. Foto: Istimewa. 


Sementara itu, penumpang lainnya yakni Arif, juga mengaku tidak sempat membawa barang berharga maupun berkas kendaraan saat dievakuasi keluar dari kapal.

Arif, yang saat itu membawa truk bermuatan paket ekspedisi, mengatakan kendaraannya berada di bagian belakang bawah kapal. Lokasi tersebut disinyalir menjadi titik awal munculnya api yang memicu kebakaran hebat.

"Enggak sempat bawa apa-apa, cuma badan doang sama HP. Posisi kendaraan saya ada di belakang bawah," ucapnya.

Ia mengaku truk beserta seluruh muatannya habis dilalap api. Sementara bagian belakang kapal mengalami kerusakan paling parah.

"Tidak sempat lihat kondisi kendaraan sebelum keluar, tapi karena yang terbakar bagian belakang, kira-kira kondisi kendaraan sudah habis," ungkap dia.

Saat ini para korban selamat terus berkoordinasi dengan pihak pengelola dan otoritas terkait untuk menyelesaikan proses pendataan. Mereka juga mengurus hak klaim asuransi atas kerugian material yang mereka alami.

Sebelumnya, kebakaran di atas KMP Batumandi terjadi saat kapal sedang dalam proses alun sandar menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak, Cilegon, Selasa, sekitar pukul 14.52 WIB.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan kapal bertolak dari Pelabuhan Bakauheni, sekitar pukul 14.52 WIB. Pada pukul 16.15 WIB, petugas darat melihat percikan api di buritan bagian belakang kapal, tepatnya di dek atas untuk muatan kendaraan kecil.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut. ASDP berkomitmen mendukung proses pemeriksaan oleh pihak berwenang serta menyampaikan perkembangan informasi secara berkala berdasarkan hasil verifikasi di lapangan.

(Silvana Febiari)