Sisa fasilitas mewah di Lapas Cibinong. Foto: tangkapan layar Youtube Metro TV.
IPW: Lapas Tidak Harus Menyiksa
Muhamad Marup • 30 September 2026 23:34
Jakarta: Ketua Indonesia Police Watch, Sugeng Teguh Santoso, menilai, lembaga pemasyarakatan (lapas) tidak harus jadi ruang penyiksaan. Menurutnya, lapas harus menjadi tempat yang baik untuk membuat para penghuni tenang dan mendapat pembinaan.
Ia menyebut, kalau penghuni memberi dukungan agar bisa tinggal lebih nyaman hal tersebut sah-sah saja. Meski begitu, keadilan juga harus diberikan kepada penghuni lapas yang tidak mampu.
"Keadilan juga diberikan kepada para penghuni lapas yang tidak mampu, mereka juga harus diberikan tempat yang layak," kata Sugeng, dalam program Cover Both Sides Metro TV, Rabu, 30 September 2026, pukul 21.05 WIB.
Sugeng mengatakan, jangan lagi para tahanan terbebani selama berada di lapas. Hal ini mencakup beban biaya, sebab para tahanan kerap dimintai uang.
Ketua Indonesia Police Watch, Sugeng Teguh Santoso dalam program Cover Both Sides. Foto: tangkapan layar Youtube Metro TV
"Saya juga punya teman sebetulnya ditahan, beberapa kali dia minta duit sama saya untuk uang pintu istilahnya. Itu jangan dikenakan beban lagi supaya mereka tidak ada beban," jelasnya.Terkait pengnonaktifan lima pejabat Lapas Cibinong dinonaktifkan buntut temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah. Ketua Indonesia Police Watch, Sugeng Teguh Santoso, menilai langkah tersebut merupakan bagian perbaikan tata kelola lapas.
"Tata kelola terkait lapas harus diperbaiki secara menyeluruh," ujarnya. Terkait temuan heboh fasilitas mewah dan keterlibatan petugas, Sugeng mengingatkan lapas merupakan area terbatas atau restricted area. Ada prosedur-prosedur pengaman ketat yang harus dilakukan petugas.
"Nah ketika ini terjadi ya pada peristiwa itu, mungkin kerangka berfikirnya petugas dalam kerangka itu selalu dalam berpikir kerangka pengamanan," terangnya.