Dinkes Mataram Minta Warga Waspadai Penyebaran Influenza A

Aktivitas layanan kesehatan masyarakat di salah satu puskesmas di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu, 30 September 2026. ANTARA/Nirkomala.

Dinkes Mataram Minta Warga Waspadai Penyebaran Influenza A

Silvana Febiari • 30 September 2026 16:42

Mataram: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran influenza A atau yang kerap disebut super flu. Kasus influenza A di Indonesia saat ini mengalami peningkatan.

"Untuk penyebaran influenza A, sebaiknya kita sama-sama waspada agar dapat terhindar," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Emirald Isfihan di Mataram, dilansir Antara, Rabu, 30 September 2026.

Hal tersebut disampaikan berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 12 September. Proporsi positif influenza dalam pemeriksaan laboratorium mencapai 38 persen pada pekan ke-35, naik dari 22 persen pada pekan sebelumnya.


Dari 175 spesimen yang diperiksa, sebanyak 66 dinyatakan positif influenza dan mayoritas merupakan influenza A. Sebanyak 33 persen kasus ditemukan pada anak usia 0–4 tahun.

Untuk jumlah kasus influenza A di Kota Mataram, Emirald mengaku tidak melakukan pendataan secara khusus. "Kami tidak melakukan pendataan secara khusus karena influenza A, yang pasti laporannya ada peningkatan," ungkapnya. 

Namun, dia membenarkan adanya lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Mataram yang mencapai 46 persen selama kemarau panjang. Peningkatan kasus dipicu paparan suhu ekstrem, debu, dan cuaca kering akibat fenomena El Nino.

Lebih jauh Emirald memastikan influenza A berbeda dengan COVID-19. Sebab, COVID-19 terjadi dalam skala pandemi.

"Sedangkan kasus ini terjadi peningkatan cenderung di satu wilayah yang dipicu faktor cuaca," ucapnya. 


Ilustrasi: Pexels


Cuaca, kata dia, mempermudah penyebaran virus karena memengaruhi daya tahan tubuh. Hal tersebut sesuai dengan sifat virus yang lebih mudah menyebar ketika daya tahan tubuh menurun. 

Untuk gejala, influenza A dapat muncul lebih berat dan berlangsung lebih lama dibandingkan flu biasa. Gejalanya antara lain demam tinggi, batuk berkepanjangan, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau pilek, lemas dan mudah lelah, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta sesak napas pada kasus berat.  

"Gejalanya hampir sama dengan virus pada umumnya. Tapi influenza A bisa lebih lama berlangsungnya bisa sampai 2 minggu," paparnya.

Emirald membagikan sejumlah cara untuk mencegah penyebaran influenza A. Caranya dengan menjaga daya tahan tubuh melalui pola makan bergizi, olahraga teratur, dan tidur yang cukup.

Masyarakat juga diminta rajin mencuci tangan dengan sabun serta menghindari kontak dengan orang yang sedang batuk atau pilek. "Minum air putih yang banyak, apalagi cuaca saat ini sangat panas," imbaunya.

Meski penyebaran influenza A cukup masif, namun virus tersebut bukan penyakit yang mematikan. "Insya Allah virus tersebut tidak mematikan, tapi penularannya lebih cepat dan lebih lama," tuturnya.

(Silvana Febiari)