Ilustrasi hujan. Foto: Freepik.com.
BMKG: 93 Persen Wilayah NTB Masuk Musim Hujan Desember 2026
Lukman Diah Sari • 30 September 2026 15:05
Lombok Barat: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi 93 persen wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) baru akan memasuki musim hujan pada Desember 2026. Kondisi ini menunjukkan kemunduran jadwal dibandingkan dengan periode normal tahun-tahun sebelumnya.
"Kami perkirakan 93 persen itu masuk musim hujan pada Desember 2026," kata Kepala Stasiun Klimatologi NTB Nuga Putrantijo dalam konferensi pers di Lombok Barat, Rabu, 30 September 2026.
Rincian wilayah yang memasuki musim hujan pada akhir November 2026 meliputi:
-
ZOM NTB 1: Seluruh wilayah Kota Mataram, sebagian Lombok Barat bagian tengah, sebagian Lombok Utara bagian selatan, dan sebagian kecil Lombok Tengah bagian tengah.
-
ZOM NTB 10: Sebagian kecil Lombok Barat bagian utara, sebagian Lombok Tengah bagian utara, sebagian kecil Lombok Timur bagian barat, dan sebagian kecil Lombok Utara bagian selatan.

Tangkapan layar peta prediksi musim penghujan untuk wilayah Nusa Tenggara Barat yang dirilis oleh BMKG. ANTARA/Sugiharto Purnama
Secara umum, curah hujan diprediksi berada dalam kategori rendah hingga menengah, berkisar antara 21–50 milimeter per bulan hingga 201–300 milimeter per bulan dengan sifat hujan bawah normal hingga normal.
"Dibandingkan periode normal 1991 sampai 2020, sebanyak 100 persen wilayah diperkirakan mengalami awal musim hujan lebih lambat. Sifat hujan didominasi atas normal sebanyak 52 persen yang menandakan kondisi yang lebih basah dari rata-rata," papar Nuga.
Kemunduran jadwal musim hujan ini dipengaruhi oleh fenomena *El Nino* sangat kuat dengan indeks terakhir mencapai 2,83 derajat Celsius. Anomali suhu permukaan laut Samudra Pasifik tersebut diperkirakan akan terus berlangsung hingga awal tahun 2027.
Selain itu, suhu muka laut di sekitar perairan NTB saat ini masih terpantau normal hingga dingin. Angin monsun barat juga baru diprediksi mulai mendominasi secara normal pada November 2026.
Menyikapi prediksi tersebut, BMKG mengimbau para pelaku di sektor pertanian untuk mempertimbangkan penyesuaian jadwal tanam dan pemilihan varietas bibit yang tepat. Perbaikan kondisi drainase lahan juga dinilai penting guna merespons karakter musim hujan yang akan datang.