BGN Tampung Masukan Anak Sekolah terkait Program MBG

Kepala BGN Sudaryono berdialog dengan murid sekolah dasar terkait Program MBG di Aceh Besar, Selasa (13/10/2026). ANTARA/M Haris SA

BGN Tampung Masukan Anak Sekolah terkait Program MBG

Anggi Tondi Martaon • 13 October 2026 19:05

Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) menjaring masukan dari anak sekolah terkait program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu dilakukan karena anak sekolah merupakan penerima manfaat langsung program nasional tersebut.

Hal itu dilakukan Kepala BGN Sudaryono saat meninjau pelaksanaan Program MBG di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cot Meuraja di Kecamatan Blangbintang, Aceh Besar, Aceh. Menurut dia, masukan yang diberikan anak sekolah merupakan bagian dari evaluasi program MBG.

"Hari ini kami sempat berdialog dengan anak-anak. Kami menyerap (aspirasi) apa yang diinginkan mereka dalam Program MBG. Kami menanyakan apa makanan yang mereka sukai," kata Sudaryono dikutip dari Antara, Selasa, 13 Oktober 2026.

Sudaryono melihat dan mendengar langsung pelaksanaan Program MBG sebagai bagian dari pembenahan program nasional tersebut. BGN tidak menutup mata banyaknya persoalan dalam pelaksanaan program MBG. 
 


Persoalan tersebut akan diselesaikan. Sehingga pelaksanaannya benar-benar seperti yang diharapkan.

"Kami terus membenahi pelaksanaan program MBG agar semakin tepat sasaran, termasuk menggunakan data Kementerian Pendidikan berdasarkan nama dan alamat peserta didik sebagai penerima program," ungkap Sudaryono.

Sudaryono menyebutkan kehadiran MBG berdampak pada peningkatan konsumsi protein anak. Bahkan, Sudaryono menyebut program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu menurunkan angka siswa tidak masuk sekolah dari 50 persen menjadi 14 persen.


Ilustrasi MBG. Foto: Medcom.id.

"Konsumsi protein anak setelah adanya program MBG meningkat hampir dua kali lipat. Begitu juga anak yang bersekolah semakin bersemangat dengan adanya Program MBG," sebut Sudaryono.

BGN akan memperluas cakupan wilayah program MBG. Perluasan difokuskan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) guna meningkatkan konsumsi protein anak-anak Indonesia.

"Kami juga membenahi SPPG. Sasaran penerima tidak lagi ditentukan SPPG, tetapi oleh BGN. Termasuk pengawasan ketat dan penerapan standar operasional prosedur dalam pelaksanaan Program MBG," ujar Sudaryono.

(Anggi Tondi)