Militer Korsel Deteksi Peluncuran Rudal Balistik Korut ke Arah Laut Jepang

Korsel mendeteksi peluncuran sejumlah rudal balistik Korut ke arah laut Jepang pada Minggu, 11 Oktober 2026. (Anadolu Agency)

Militer Korsel Deteksi Peluncuran Rudal Balistik Korut ke Arah Laut Jepang

Muhammad Reyhansyah • 12 October 2026 14:02

Seoul: Militer Korea Selatan mendeteksi peluncuran sejumlah rudal balistik oleh Korea Utara ke arah Laut Jepang pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Rudal-rudal tersebut diluncurkan dari wilayah Pyongyang sekitar pukul 09.20 waktu setempat.

"Dalam beberapa menit sekitar pukul 09.20, militer kami mendeteksi beberapa rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Pyongyang menuju Laut Timur," ujar pernyataan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS), menggunakan istilah yang merujuk pada Laut Jepang.

“Militer kami telah meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan untuk mengantisipasi kemungkinan peluncuran rudal tambahan,,” tambahnya, dikutip dari TRT World, Senin, 12 Oktober 2026.

Peluncuran terbaru ini menyusul uji coba rudal balistik Korea Utara pada 3 Oktober. Pyongyang saat itu mengklaim rudal tersebut telah dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (AI).

Adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, mengatakan rudal tersebut "mampu mengubah lintasan terbangnya pada ketinggian rendah dan teknologi AI telah diterapkan di dalamnya".

Beberapa hari kemudian, Korea Selatan mengumumkan keberhasilan uji coba perdana kendaraan luncur hipersonik (HGV) buatan dalam negeri.

Senjata tersebut dibawa ke atmosfer atas menggunakan pendorong roket atau rudal balistik sebelum meluncur menuju sasaran. Kantor kepresidenan Korea Selatan menyebut HGV memberikan "kemampuan daya tangkal baru yang mampu menyerang target-target utama dalam lingkungan operasional Semenanjung Korea."

Ketegangan antara Korea Selatan dan Korea Utara meningkat setelah ledakan dua ranjau darat di wilayah Zona Demiliterisasi (DMZ) yang berada di bawah kendali Seoul melukai tiga tentara Korea Selatan.

DMZ telah berfungsi sebagai zona penyangga kedua negara sejak gencatan senjata pada 1953.

Investigasi bersama Korea Selatan dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menduga Korea Utara telah menanam ranjau tersebut lebih dari setahun sebelumnya. Namun, Pyongyang dengan tegas membantah tuduhan itu.

Baca juga: Korea Utara Luncurkan Proyektil Tak Dikenal ke Lepas Pantai Timur

(Willy Haryono)