Sebaran Abu Vulkanik Gunung Ibu dan Dukono Mengarah ke Halmahera Barat

Gunung Dukono lontarkan abu vulkanik. ANTARA/HO- PGA Dukono

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Ibu dan Dukono Mengarah ke Halmahera Barat

Lukman Diah Sari • 14 October 2026 12:20

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data pemantauan sebaran abu vulkanik Gunung Dukono di Halmahera Utara dan Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Rabu, 14 Oktober 2026. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau agar waspada terhadap bahaya paparan debu vulkanik tersebut.

Berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 07.00 WIB, sebaran abu vulkanik teridentifikasi sebagai berikut:
  • Gunung Ibu: Abu vulkanik teramati mengarah ke barat, mencakup sebagian wilayah Kabupaten Halmahera Barat dan perairan Halmahera Barat.

  • Gunung Dukono: Abu vulkanik teramati mengarah ke barat daya hingga barat laut, mencakup sebagian Kabupaten Halmahera Barat dan perairan Halmahera Barat.

"Prakiraan cuaca di sekitar gunung api yang dipantau bervariasi antara cerah berawan, berawan, udara kabur, kabut, dan hujan ringan pada waktu tertentu," tulis keterangan resmi BMKG.

Gunung Ibu di Halmahera Barat erupsi dengan kolom abu teramati setinggi hingga 400 meter di atas puncak, Kamis, 11 Desember 2025. ANTARA/HO-PGA Gunung Ibu

Mengantisipasi dampak lebih lanjut, masyarakat diminta tetap waspada dan hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta pemerintah daerah setempat.

Dampak Abu Vulkanik

BMKG juga mengingatkan masyarakat terkait bahaya paparan abu vulkanik bagi kehidupan sehari-hari, di antaranya:
  • Dampak Kesehatan: Paparan debu dapat memicu iritasi pada mata dan kulit, menyebabkan batuk, serta menimbulkan gangguan pernapasan. Kondisi ini sangat berbahaya dan dapat memperburuk keadaan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan bawaan.

  • Dampak Transportasi: Tumpukan abu vulkanik berisiko mengurangi jarak pandang secara drastis dan membuat permukaan jalan menjadi licin sehingga mengancam keselamatan berkendara. Partikel abu juga berpotensi merusak mesin, mengganggu navigasi, hingga memicu penundaan dan penghentian operasional transportasi darat, laut, maupun udara.

(Lukman Diah Sari)