4 EWS Tsunami di Pesisir Gunungkidul Korosi, BPBD Siapkan Perbaikan

Ilustrasi. Buoy Tsunami, dok: boaterexam.com

4 EWS Tsunami di Pesisir Gunungkidul Korosi, BPBD Siapkan Perbaikan

Ahmad Mustaqim • 7 October 2026 23:43

Gunungkidul: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyatakan tengah menyiapkan anggaran perbaikan early warning system (EWS) tsunami yang terpasang di pesisir wilayah tersebut. Total anggaran yang disiapkan sekitar Rp165 juta. 

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi, BPBD Kabupaten Gunungkidul, Nanang Irawanto menjelaskan total ada empat EWS terpasang yang bakal diperbaiki mulai Oktober 2026. Keempat EWS terpasang di dekat kawasan pantai. 

"Lokasi EWS-nya berada di Pantai Sepanjang, Pantai Krakal (Kecamatan Tanjungsari), Pantai Krakal dan Pulangsawal atau Indrayanti (Kecamatan Tepus)," kata Nanang pada Rabu, 7 Oktober 2026. 

Nanang menjelaskan empat EWS tersebut saat ini tidak bisa berfungsi maksimal. Hasil pengecekan di lokasi ditemukan sejumlah kerusakan pada perangkat, salah satunya suara sirine yang kurang keras. 

Selain itu, alat penerima sinyal dari Pusdalops BPBD Kabupaten Gunungkidul mengalami korosi akibat paparan air laut. Kerusakan pada posisi tersebut memengaruhi kinerja EWS tsunami sehingga perlu diperbaiki. 


Warga beraktivitas di bibir pantai saat ombak menerjang kawasan tersebut di Teluk Labuan, Pandeglang, Banten. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/foc.

Kemudian, perangkat EWS dalam waktu tertentu tidak berfungsi. Pengecekan dan penggantian beberapa perangkat diperlukan, termasuk penggantian paket data dengan frekuensi radio. Nanang mengungkapkan penggunaan frekuensi radio bisa lebih awet karena tahan terhadap korosi dan lebih mudah dalam pemeliharaannya.

"Harapannya dengan pergantian ini, maka EWS dapat berfungsi dengan normal," katanya.

Ia menambahkan, anggaran Rp165 juta tersebut tidak seluruhnya untuk perbaikan. Namun, kata dia, juga digunakan pemeliharaan dan operasional. 

"Tapi pagu (seluruh anggaran) tidak hanya untuk pemeliharaan dan perbaikan, namun juga dipergunakan operasional," ujar Nanang.

(Lukman Diah Sari)