Harga Minyak Dunia Stabil Meski Ada Pengurangan Pasokan

Ilustrasi eksplorasi migas. Foto: AP

Harga Minyak Dunia Stabil Meski Ada Pengurangan Pasokan

Annisa Ayu Artanti • 7 September 2023 07:47

New York: Harga minyak ditutup lebih tinggi pada Rabu waktu setempat. Posisi harga minyak ini membalikkan keadaan sebelumnya karena para pedagang mengantisipasi penurunan lebih lanjut dari persediaan minyak mentah AS, menyusul perpanjangan pengurangan produksi di Arab Saudi dan Rusia.

Melansir investing.com, Kamis, 7 September 2023 harga minyak mentah berjangka Brent ditutup naik 56 sen menjadi USD90,60 per barel. Sementara minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik 85 sen menjadi USD87,54. Kedua patokan ini naik USD1 dan kemudian memangkas kenaikannya.

Menurut data pasar, persediaan minyak mentah AS diproyeksikan turun 5,5 juta barel dalam pekan yang berakhir 1 September.

Data persediaan resmi dari Administrasi Informasi Energi AS (EIA) akan dirilis pada pukul 11.00 EDT (1500 GMT) pada hari Kamis.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik Akibat Pengurangan Pasokan Global

Kedua set data tersebut tiba sehari lebih lambat dari biasanya karena hari libur Hari Buruh pada hari Senin.

Pada Selasa, Arab Saudi dan Rusia memperpanjang pengurangan suplai minyak secara sukarela hingga akhir tahun. Pemangkasan oleh Arab Saudi sebesar satu juta barel per hari (bph) sementara Rusia memangkas 300 ribu bph. 

Tambahan pemangkasan

Pemangkasan ini merupakan tambahan dari pemangkasan pada April yang telah disepakati oleh beberapa produsen OPEC+ yang berlaku hingga akhir tahun 2024.

Kedua negara akan meninjau kondisi pasar dan membuat keputusan bulanan untuk memperdalam pemangkasan atau meningkatkan produksi.

Mencerminkan kekhawatiran pasokan jangka pendek, minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan mendekati level tertinggi sembilan bulan di USD4,13 per barel di atas harga dalam enam bulan. Spread yang setara untuk WTI berjangka AS mencapai $4,88 per barel, juga mendekati level tertinggi sembilan bulan.

Harga minyak turun lebih awal di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga dan kekhawatiran investor terhadap ekonomi setelah data menunjukkan Indeks Pembelian Manajer (PMI) non-manufaktur ISM berada di level 54,5, dibandingkan dengan ekspektasi 52,5.

Para analis memperingatkan kenaikan harga dapat menekan permintaan ketika kilang-kilang AS memasuki periode pemeliharaan September-Oktober. Potensi pasokan yang lebih tinggi dari Iran, Venezuela, dan Libya juga dapat membebani.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Annisa Ayu)