Tun Dr Mahathir Mohamad pada Senin 28 September 2026 menghadapi salah satu momen terberat dalam hidupnya saat mengantar mendiang istrinya, Tun Dr Siti Hasmah Mohd Ali. Foto: Bernama
Air Mata Mahathir saat Sang Istri, Siti Hasmah, Dimakamkan
Fajar Nugraha • 29 September 2026 15:50
Kuala Lumpur: Setelah tujuh dekade hidup bersama, Tun Dr Mahathir Mohamad pada Senin 28 September 2026 menghadapi salah satu momen terberat dalam hidupnya saat mengantar mendiang istrinya, Tun Dr Siti Hasmah Mohd Ali, ke tempat peristirahatan terakhir.
“Dr Mahathir, yang menggunakan kursi roda dan mengenakan selang oksigen, tetap hadir sepanjang rangkaian upacara pemakaman sementara anggota keluarga berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir,” dikutip dari laporan NST, Selasa 29 September 2026.
Dengan raut wajah penuh kesedihan, mantan perdana menteri itu tampak menatap kosong sejenak ke arah jenazah istrinya saat memberikan penghormatan terakhir di masjid sebelum mengikuti salat jenazah, di tengah ribuan jemaah yang memadati masjid hingga meluber ke area sekitarnya.
Setibanya di Pusara Negara, Dr Mahathir menyaksikan jenazah istrinya dibawa ke liang lahat sebelum akhirnya dimakamkan.
Dari kursi roda bermotornya, ia menyaksikan prosesi pemakaman dalam suasana khidmat sementara anggota keluarga berdiri di dekatnya.
Dr Mahathir terlihat meneteskan air mata di sisi makam istrinya pada saat-saat terakhir, memandang untuk kali terakhir sosok wanita yang telah mendampingi hidupnya selama bertahun-tahun.
Bagi rakyat Malaysia, Dr Mahathir dan Dr Siti Hasmah bukan sekadar mantan perdana menteri dan istrinya. Kehangatan dan kasih sayang di antara keduanya, yang kerap diperlihatkan di depan umum, membuat mereka dicintai banyak orang.
Baik dalam acara resmi maupun kesempatan yang lebih santai, Dr Siti Hasmah jarang berada jauh dari sisi suaminya; ia senantiasa menjadi pendamping sekaligus pilar dukungan sepanjang hidup dan karier politik sang suami.
Sifat pasangan ini yang bersahaja juga kerap menarik perhatian melalui canda tawa, gurauan, dan interaksi hangat mereka, yang memperlihatkan sisi pribadi dari dua insan yang telah menghabiskan sebagian besar hidup mereka bersama. Dr. Mahathir dan Dr. Siti Hasmah menikah pada 5 Agustus 1956, dan bulan Agustus lalu menandai peringatan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-70.
Selama bertahun-tahun, Dr. Siti Hasmah tidak hanya berperan sebagai istri dan ibu bagi ketujuh anak mereka, tetapi juga senantiasa mendampingi Dr. Mahathir melewati berbagai fase kehidupan serta perjalanan panjang karier politiknya.
Dr. Siti Hasmah meninggal dunia di Institut Jantung Negara (IJN) Senin 28 September pagi pada usia 100 tahun.