Ilustrasi Medcom.id
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek 11-13 Oktober, Cek Wilayahnya
Putri Purnama Sari • 11 October 2026 14:05
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jabodetabek yang berlaku pada 11-13 Oktober 2026. Sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, bahkan hujan lebat hingga sangat lebat di Kabupaten Bogor pada 13 Oktober 2026.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @infobmkg. Masyarakat di wilayah yang masuk dalam peringatan dini diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti genangan, banjir, dan tanah longsor.
BMKG membagi peringatan dini hujan menjadi tiga kategori, yakni waspada untuk hujan sedang hingga lebat, siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat, serta awas untuk hujan sangat lebat hingga ekstrem.
Daftar Wilayah yang Berpotensi Hujan di Jabodetabek

Dok: Instagram @infobmkg
Berikut rincian wilayah yang masuk dalam peringatan dini hujan BMKG pada 11-13 Oktober 2026.
1. Minggu, 11 Oktober 2026
Pada Minggu, 11 Oktober 2026, BMKG menetapkan status waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat di sembilan wilayah, yaitu:
- Kota Tangerang Selatan
- Kota Jakarta Pusat
- Kota Jakarta Timur
- Kota Jakarta Selatan
- Kabupaten Bekasi
- Kota Bekasi
- Kabupaten Bogor
- Kota Bogor
- Kota Depok
Sementara itu, tidak ada wilayah Jabodetabek yang masuk kategori siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat maupun kategori awas untuk hujan sangat lebat hingga ekstrem.
2. Senin, 12 Oktober 2026
Pada Senin, 12 Oktober 2026, wilayah yang masuk kategori waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat meliputi:
- Kabupaten Bogor
- Kota Bogor
- Kota Depok
BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini kategori siaga maupun awas untuk wilayah Jabodetabek pada tanggal tersebut.
3. Selasa, 13 Oktober 2026
Pada Selasa, 13 Oktober 2026, BMKG menetapkan status waspada untuk dua wilayah, yakni:
- Kota Bogor
- Kota Depok
Adapun Kabupaten Bogor masuk kategori siaga, yang menunjukkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Tidak ada wilayah yang masuk kategori awas untuk potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem pada 13 Oktober 2026.
Peringatan Dini Angin Kencang di Jabodetabek
Selain peringatan dini hujan, BMKG juga menyampaikan informasi mengenai potensi angin kencang di Jabodetabek. Berdasarkan infografis BMKG, tidak ada peringatan dini angin kencang untuk wilayah Jabodetabek pada 11, 12, maupun 13 Oktober 2026.
Meski demikian, masyarakat tetap perlu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG karena kondisi cuaca dapat berubah.
Potensi Dampak Hujan Lebat di Jabodetabek
BMKG menjelaskan bahwa potensi dampak bencana hidrometeorologi dibagi menjadi tiga tingkat sesuai dengan kategori peringatan dini.
1. Level waspada
Potensi dampak pada level ini meliputi genangan, luapan air sungai, dan tanah longsor yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
2. Level siaga
Pada level siaga, potensi dampak meliputi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, layanan publik, serta infrastruktur.
3. Level awas
Level awas menunjukkan potensi dampak bencana hidrometeorologi yang meluas, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Kondisi ini dapat menyebabkan terhentinya layanan publik, kerusakan signifikan pada infrastruktur, serta meningkatkan risiko terhadap keselamatan masyarakat.
Cara Memantau Informasi Cuaca dan Melaporkan Bencana
Masyarakat dapat memantau informasi cuaca, iklim, kualitas udara, gempa bumi, dan tsunami melalui situs resmi BMKG di https://www.bmkg.go.id atau aplikasi InfoBMKG.
BMKG juga mengajak masyarakat untuk bergotong royong melaporkan kejadian bencana di sekitar melalui tautan https://bit.ly/laporbencanabot. Sementara itu, laporan bencana secara langsung dapat dipantau melalui situs PetaBencana.id.
Masyarakat yang tinggal di wilayah dengan potensi hujan sedang hingga sangat lebat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap genangan, luapan sungai, dan tanah longsor. Pastikan selalu mengikuti pembaruan informasi cuaca dari BMKG untuk mengantisipasi perubahan kondisi di wilayah masing-masing.