Pencegahan Stunting Diperkuat dengan Gerakan Orang Tua Asuh

Ilustrasi stunting. Foto: MI.

Pencegahan Stunting Diperkuat dengan Gerakan Orang Tua Asuh

M Sholahadhin Azhar • 11 October 2026 20:18

Jakarta: Pencegahan stunting di Indonesia menjadi program prioritas pemerintah. Hal tersebut didukung berbagai pihak, termasuk swasta, melalui kolaborasi gerakan orang tua asuh cegah stunting (Genting).

"Kami optimistis angka stunting akan terus bisa ditekan. Kami melakukan berbagai kolaborasi, seperti hari ini menggandeng Astra. Ke depan diharapkan makin banyak perusahaan yang akan terlibat dengan upaya pencegahan stunting," kata Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka dalam keterangan yang dikutip Minggu, 11 Oktober 2026.

Hal tersebut diungkap Isyana saat implementasi program di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango pada Jumat, 9 Oktober 2026. Kolaborasi dilakukan dengan melibatkan kader kesehatan di tingkat desa.

Kunjungan ini sekaligus untuk melihat pelaksanaan pencegahan stunting yang didukung Astra. Isyana mengapresiasi keterlibatan Astra sebagai orang tua asuh dalam program GENTING. Menurut dia, kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha menjadi salah satu langkah penting untuk mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.

Executive in Charge Astra Boy Gemino Kalauserang mengatakan program Desa Sejahtera Astra tidak hanya diarahkan untuk mengembangkan ekonomi masyarakat. Tetapi, meningkatkan kualitas hidup warga.

"Kami berharap kolaborasi bersama pemerintah, masyarakat dan keluarga dapat terus diperkuat sehingga manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan," ujar Boy.


Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka (kiri). Dok. Istimewa
 



Rombongan meninjau sejumlah program kesehatan masyarakat, mulai dari pemberian bantuan gizi kepada balita dan ibu hamil, penguatan layanan Posyandu, hingga pendampingan keluarga oleh kader kesehatan.

Pihaknya juga mendukung pemberian bantuan nutrisi bagi keluarga berisiko stunting berupa makanan siap santap maupun bahan pangan sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Selain bantuan pangan, program Genting mencakup dukungan nonnutrisi berupa perbaikan jamban, penyediaan air bersih, perbaikan rumah layak huni, serta edukasi pencegahan stunting dan pengasuhan balita.

(Achmad Zulfikar Fazli)