Jarak Pandang Turun 600 Meter, Empat Penerbangan Menuju Jambi Tertunda

Kondisi kabut asap di Bandara Sultan Thaha Syaefuddin (STS) Jambi. MI

Jarak Pandang Turun 600 Meter, Empat Penerbangan Menuju Jambi Tertunda

Solmi • 5 October 2026 12:11

Jambi: Kabut asap mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Syaefuddin (STS) Jambi, Senin, 5 Oktober 2026. Empat penerbangan menuju bandara tersebut mengalami keterlambatan akibat jarak pandang yang terbatas.

Berdasarkan rilis resmi PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Sultan Thaha Jambi, empat penerbangan yang mengalami penundaan yakni Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep, Citilink QG 960 dari Jakarta, Batik Air ID 6804 dari Jakarta, serta Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta.

Kabut asap mulai mengganggu aktivitas penerbangan sejak Senin pagi hingga sekitar pukul 09.50 WIB. Kondisi tersebut membuat operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha berlangsung terbatas.

Pada Senin pagi, hanya terdapat dua penerbangan yang berangkat dari Bandara Sultan Thaha. Kedua penerbangan tersebut merupakan pesawat yang bermalam di bandara atau ex-RON (remain over night).

Batik Air ID 6807 dengan tujuan Jakarta menjadi penerbangan pertama yang diberangkatkan. Pesawat tersebut lepas landas pada pukul 06.01 WIB ketika jarak pandang tercatat 750 meter.
 


Selanjutnya, Batik Air ID 6879 dengan tujuan Kualanamu, Medan, diberangkatkan pada pukul 08.00 WIB. Saat pesawat lepas landas, jarak pandang di bandara tercatat 600 meter.

Kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha mengalami perubahan sepanjang pagi. Berdasarkan data yang disampaikan pengelola bandara, jarak pandang pada pukul 06.00 WIB tercatat 750 meter.

Jarak pandang kemudian meningkat menjadi 900 meter pada pukul 06.30 WIB dan mencapai 1.100 meter pada pukul 07.00 WIB. Namun, jarak pandang kembali turun menjadi 800 meter pada pukul 07.30 WIB.

Pada pukul 08.00 WIB, jarak pandang tercatat hanya 600 meter. Kondisi kemudian membaik menjadi 1.000 meter pada pukul 08.30 WIB, sebelum kembali berada di angka 900 meter pada pukul 09.00 WIB. Setengah jam kemudian, tepatnya pukul 09.30 WIB, jarak pandang kembali turun menjadi 800 meter.



Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. (Metro TV/Akhmad Dian Noor)


Executive General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi Ardon Marbun mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani penumpang yang terdampak penundaan penerbangan.

"Menurut Executive General Manager Bandara STS Jambi Ardon Marbun, tim operasional Bandara Sultan Thaha telah berkoordinasi dengan pihak maskapai dan instansi terkait guna memastikan penanganan terhadap penumpang yang mengalami penundaan keberangkatan. Serta secara rutin melakukan pembaharuan informasi terkait jadwal keberangkatan/kedatangan penerbangan yang terdampak kabut asap," kata Ardon di Jambi, Senin, 5 Oktober 2026.

Pengelola Bandara Sultan Thaha juga mengimbau para pengguna jasa untuk memeriksa kembali status penerbangan sebelum melakukan perjalanan. Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Thaha menyatakan terus melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan bandara untuk menjaga pelayanan kepada pengguna jasa selama kondisi tersebut berlangsung.

(Whisnu M)