Kondisi TPS Jatibarang Semarang masih dipenuhi kabut asap sisa kebakaran. ANTARA/I.C. Senjaya
Kualitas Udara di Sekitar TPA Jatibarang Semarang Tidak Sehat
Silvana Febiari • 2 October 2026 22:35
Semarang: Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat kualitas udara di sekitar kawasan TPA Jatibarang, Jawa Tengah, tidak memenuhi syarat bagi kesehatan masyarakat. Kondisi tersebut terdeteksi dalam radius 2 kilometer dari lokasi TPA yang dilanda kebakaran sejak Rabu malam, 30 September 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam mengatakan pengukuran kualitas udara dilakukan di SMAN 7 Semarang dan Kantor Kelurahan Bambankerep, Kamis, 1 Oktober 2026. Di SMAN 7 Semarang yang berjarak sekitar 1,9 kilometer dari TPA Jatibarang, kadar sulfur dioksida tercatat mencapai 258,26 mikrogram per meter kubik.
"Untuk yang di area TPA Jatibarang jauh lebih tinggi," kata Abdul, dilansir dari Antara, Jumat, 2 Oktober 2026.
Sementara batas normal ambang batas baku mutu udara ambien, yakni 150 mikrogram per meter kubik.
Risiko kesehatan terhadap masyarakat yang terdampak asap kebakaran TPA Jatibarang yakni gangguan pernapasan. Oleh karena itu, Hakam merekomendasikan penggunaan masker, terutama bagi masyarakat dari kelompok rentan, seperti bayi, ibu hamil, orang lanjut usia, hingga penderita komorbit.
Petugas kesehatan di puskesmas di sekitar wilayah TPA Jatibarang sudah disiagakan serta memantau kondisi dampak dari asap kebakaran tersebut. "Monitoring wilayah dilakukan untuk mengetahui dampak dari asap kebakaran TPA," ungkapnya.

Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang Semarang, Rabu malam, 30 September 2026. ANTARA/I.C. Senjaya
TPA Jatibarang Semarang dilanda kebakaran pada Rabu malam. Kebakaran yang melanda area seluas 10 hektare tersebut berangsur padam, meski masih menyisakan sejumlah titik api.
Titik-titik api tersebut mengakibatkan kepulan asap tebal yang keluar dari tumpukan sampah sisa terbakar.