Peluncuran program Pesantren Bebas Tuberkulosis (TBC) di Pondok Pesantren Mawaridussalam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Rabu, 4 November 2026. Istimewa
Sasar Ribuan Santri, Kemenkes Luncurkan Program Pesantren Bebas TBC
Whisnu Mardiansyah • 4 November 2026 18:48
Deli Serdang: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan Program Pesantren Bebas Tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) berskala nasional. Program ini menyasar lingkungan pondok pesantren yang memiliki aktivitas dan interaksi intensif antarsantri untuk memperkuat upaya deteksi dini serta mencegah penularan TBC.
Peluncuran program tersebut dipusatkan di Pondok Pesantren Mawaridussalam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Rabu, 4 November 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Kemenkes, Kementerian Agama (Kemenag), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, mengatakan pelacakan kasus TBC secara berkala di lingkungan dengan aktivitas komunal perlu diperkuat. Melalui layanan CKG di pondok pesantren, pemerintah berupaya meningkatkan deteksi dini sekaligus memberikan edukasi mengenai kebersihan dan kesehatan lingkungan.
"TBC bukan sekadar masalah medis, melainkan tantangan besar yang berkaitan erat dengan faktor sosial, asupan gizi, hingga kondisi lingkungan tempat tinggal. Melalui program jemput bola di pesantren ini, kita ingin membangun benteng pertahanan dini. Tidak ada waktu untuk menunda, setiap kasus yang berhasil kita temukan dan obati secara gratis adalah langkah konkret menyelamatkan nyawa generasi muda kita," tegas Wamenkes Benny dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 4 Novemvber 2026.
Pada pelaksanaan CKG tersebut, ribuan santri mengikuti sejumlah pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan meliputi pengecekan tanda-tanda vital, penilaian status gizi, hingga penapisan kondisi paru-paru menggunakan teknologi kedokteran.
Kolaborasi tiga kementerian juga diarahkan untuk memastikan tindak lanjut pemeriksaan berjalan terkoordinasi. Santri yang terindikasi mengalami gejala TBC akan dirujuk ke puskesmas setempat untuk mendapatkan pendampingan dan pengobatan gratis hingga dinyatakan sembuh.
Pemerintah menargetkan peningkatan penemuan kasus TBC aktif secara nasional sebagai bagian dari upaya mencapai eliminasi penyakit tersebut. Deteksi kasus di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera Utara, turut diperkuat untuk menekan potensi penularan.

Ilustrasi Pexels
"Tahun ini kita melakukan upaya luar biasa (extraordinary). Kita menargetkan penemuan kasus TBC secara nasional dapat ditingkatkan hingga 90 persen pada tahun 2026 ini. Lingkungan pesantren yang sehat dan santri yang kuat adalah fondasi utama kita dalam mempercepat pemutusan rantai penularan di Tanah Air," ujarnya.
Setelah peluncuran di Kabupaten Deli Serdang, Kemenkes bersama kementerian terkait berencana memperluas penerapan model CKG terintegrasi ke pondok pesantren di berbagai daerah di Indonesia. Perluasan program tersebut ditujukan untuk meningkatkan akses pemeriksaan kesehatan bagi santri sekaligus mendukung upaya pemerintah mencapai target eliminasi TBC.