Masyarakat Diminta Kritis Pilih Pemimpin Banten

Ilustrasi. Medcom.id

Masyarakat Diminta Kritis Pilih Pemimpin Banten

Hendrik Simorangkir • 4 September 2024 20:43

Tangerang: Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten tidak lama lagi akan digelar. Masyarakat di Tanah Jawara tersebut diminta menentukan calon pemimpin yang dianggap layak untuk memimpin Banten lima tahun mendatang.  

Saat ini tercatat ada dua pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yang telah mendaftar ke KPU, yakni Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi dan Andra Soni-Dimyati Natakusumah.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Gufroni, mengingatkan masyarakat Banten penting memiliki sikap kritis dalam memilih calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilgub Banten 2024.

"Masa depan Banten ke depan sangat ditentukan oleh pilihan masyarakat yang memiliki sikap kritis atas realitas masa lalu dan saat ini," kata Gufroni, Rabu, 4 September 2024.
 

Baca: KPU Segera Rapat dengan DPR Bahas Peluang Kotak Kosong Menang di Pilkada
 
Menurut Gufroni Banten dikenal sebagai Tanah Jawara yang di era penjajahan memiliki keberanian melawan segala tindak kolonialisme dan penindasan yang merugikan masyarakat Banten.

"Jiwa jawara yang melekat pada mayarakat Banten, harusnya kini menjadi modal kuat Banten untuk keluar dari ketertinggalan," jelasnya.

Gufroni menuturkan, masa depan Provinsi Banten kini tengah menghadapi tantangan besar. Banten harus menjadi provinsi yang berkembang dan sejahtera. 

"Banten adalah milik seluruh masyarakat, bukan milik individu, kelompok, atau keluarga tertentu. Oleh karena itu, warga Banten harus memiliki peran aktif dalam menentukan arah dan nasib provinsi ini," ungkapnya.

Gufroni menambahkan keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mendorong kemajuan Banten. Oleh karena itu, lanjutnya, hindari terjebak pada penampilan calon pemimpin yang hanya diperindah demi menarik simpati tanpa adanya komitmen nyata untuk memajukan Banten.

"Masyarakat Banten berani mengambil alih kendali. Tidak ada lagi alasan bagi warga Banten untuk hidup dalam ketidakpastian," ujarnya.

Menurut Gufroni, Pilgub 2024 akan menjadi momen penentu bagi masa depan Banten, apakah akan melangkah maju atau justru mundur. Saat ini, Banten memiliki potensi besar untuk berkembang.

"Kita harus menutup babak kepemimpinan yang mengutamakan kepentingan dan relasi sempit. Praktik ini tidak hanya merugikan kemajuan Banten, tetapi juga membahayakan regenerasi kepemimpinan yang sehat," jelasnya.

Gufroni mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2024, Banten berada di urutan kelima termiskin se-Jawa. Selain itu, provinsi ini juga menyumbang tingkat pengangguran terbuka tertinggi di seluruh Indonesia.

"Fakta ini menunjukkan bahwa distribusi kesejahteraan di Banten sangat tidak adil. Hanya mereka yang dekat dengan penguasa yang menikmati kesejahteraan," katanya.

Untuk itu, Gufroni menyerukan kepada masyarakat Banten untuk menghidupkan kembali semangat juang mereka dan tidak menyerah pada ketidakadilan.

"Banten adalah daerah yang dikenal dengan semangat juaranya. Kata 'jawara' mencerminkan karakter masyarakat Banten yang berani dan tangguh dalam menghadapi tantangan demi kesejahteraan bersama. Maka dari itu, saya mengajak masyarakat Banten untuk membangkitkan kembali semangat jawara dalam menentukan masa depan provinsi kita yang lebih baik," ungkapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)