Harga Emas Berpeluang Rebound, Ini yang Harus Dicermati Investor

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Emas Berpeluang Rebound, Ini yang Harus Dicermati Investor

Eko Nordiansyah • 29 May 2026 11:15

Jakarta: Pergerakan harga emas dunia pada pekan terakhir di Mei diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dengan peluang rebound jangka pendek di tengah tekanan bearish yang masih membayangi pasar. Pasangan XAU/USD mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan sementara

Secara teknikal, Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada timeframe daily masih memperlihatkan peluang pembentukan secondary trend atau tren kenaikan sementara setelah sebelumnya mengalami tekanan jual cukup agresif pada awal perdagangan.

"Harga emas sebelumnya sempat turun cukup tajam sebelum akhirnya berhasil membentuk swing low yang kuat di area support 4.368. Area tersebut dinilai menjadi titik penting karena mulai memunculkan respons beli dari pelaku pasar," kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat, 29 Mei 2026.

Menurut Geraldo, terbentuknya swing low tersebut menjadi salah satu sinyal tekanan jual mulai mereda, setidaknya untuk sementara waktu. Selain itu, pada timeframe H4 juga muncul pola candlestick bullish engulfing yang sering dianggap sebagai sinyal awal pembalikan arah harga dari bearish menuju bullish dalam jangka pendek.

"Pola bullish engulfing tersebut menunjukkan bahwa tekanan beli mulai mendominasi pasar setelah sebelumnya harga emas mengalami penurunan cukup tajam. Dengan kondisi itu, peluang rebound harga emas pada pekan ini dinilai masih cukup terbuka," ujar dia.

Tren penopang kenaikan emas

Dari sisi momentum, indikator stochastic juga masih bergerak naik dan belum menunjukkan tanda pelemahan yang signifikan. Hal ini memperlihatkan tenaga beli di pasar masih cukup terjaga sehingga harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.

Dalam proyeksi jangka pendek, ia mengatakan, area resistance terdekat yang menjadi perhatian pasar berada di level 4.616. Area tersebut juga berdekatan dengan level Fibonacci Retracement 61,8 persen dari penurunan sebelumnya, yang sering menjadi area penting dalam analisis teknikal.

"Jika momentum penguatan mampu bertahan, maka area 4.616 diperkirakan menjadi target kenaikan terdekat bagi XAU/USD pada pekan ini. Namun demikian, investor tetap perlu mencermati potensi tekanan jual yang sewaktu-waktu dapat kembali muncul," ungkap dia.
(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Dari sisi fundamental, pergerakan harga emas masih dipengaruhi oleh beberapa sentimen global yang cukup kuat. Salah satu faktor utama yang masih menjadi tekanan bagi emas adalah penguatan dolar Amerika Serikat serta tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury Yield.

Kondisi tersebut membuat investor lebih tertarik pada instrumen berbasis dolar AS yang dianggap mampu memberikan return lebih tinggi dibandingkan emas. Sebagai aset non-yielding, emas biasanya cenderung kurang diminati ketika suku bunga dan yield obligasi berada di level tinggi.

"Selain itu, pasar juga masih memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama apabila data ekonomi Amerika Serikat tetap menunjukkan kondisi yang solid, terutama dari sektor tenaga kerja dan inflasi," ujar dia.

Ia menjelaskan, ekspektasi tersebut menjadi faktor yang selama ini membatasi ruang kenaikan harga emas. Selama belum ada sinyal kuat The Fed akan mulai melonggarkan kebijakan moneternya, maka tekanan terhadap emas diperkirakan masih akan tetap ada.

Sentimen global dukung harga emas

Di sisi lain, sentimen pasar global yang relatif stabil juga membuat permintaan terhadap aset safe haven seperti emas cenderung berkurang. Ketika investor lebih optimistis terhadap pasar saham dan kondisi ekonomi global, aliran dana biasanya berpindah ke aset berisiko yang dinilai lebih menguntungkan.

"Meski demikian, munculnya sinyal teknikal rebound membuat peluang kenaikan emas dalam jangka pendek masih cukup terbuka. Pelaku pasar saat ini diperkirakan akan fokus pada kemampuan harga emas bertahan di atas area support penting yang sudah terbentuk," ungkap dia.

Secara keseluruhan, harga emas pada pekan ini diperkirakan masih bergerak dalam fase pemulihan sementara setelah tekanan bearish sebelumnya mulai mereda. Selama harga mampu bertahan di atas support 4.368, maka peluang penguatan menuju resistance 4.616 masih cukup terbuka.

"Namun, investor tetap disarankan berhati-hati karena tekanan fundamental dari penguatan dolar AS dan kebijakan suku bunga tinggi Amerika Serikat masih dapat membatasi kenaikan harga emas dalam jangka pendek," kata Geraldo.

(Eko Nordiansyah)