Kim Yo Jong, saudari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Foto: Yonhap
Korea Utara Ancam Tindakan Keras Jika Drone Korsel Kembali Masuk
Muhammad Reyhansyah • 13 February 2026 20:29
Pyongyang: Kim Yo Jong, saudari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memperingatkan bahwa insiden drone di masa mendatang akan memicu “respons yang mengerikan”.
Bagi Yo Jong, pernyataan penyesalan dari Korea Selatan atas dugaan pelanggaran drone merupakan langkah yang “masuk akal”.
Pernyataan tersebut disiarkan oleh Korean Central News Agency setelah Menteri Unifikasi Korea Selatan Chung Dong-young pada Selasa menyampaikan “penyesalan mendalam” atas dugaan penerbangan drone ke wilayah Utara. Pernyataan itu menjadi bagian dari upaya pemerintahan Lee Jae Myung untuk meredakan ketegangan dengan Pyongyang.
Militer Korea Utara bulan lalu mengklaim telah menembak jatuh drone pengintai Korea Selatan di dekat kota perbatasan Kaesong. Pemerintah Seoul membantah keterlibatan tersebut dan menyatakan tidak mengoperasikan model drone yang disebutkan oleh pihak Utara.
Kim menyebut pernyataan Chung sebagai sesuatu yang “patut disyukuri” dan “perilaku yang cukup masuk akal”, tetapi menegaskan bahwa otoritas Korea Selatan harus mengambil langkah pencegahan agar pelanggaran semacam itu “tidak akan pernah terjadi lagi”.
“Kami tidak peduli siapa dalang sebenarnya dari infiltrasi drone ke wilayah udara DPRK dan apakah itu individu atau organisasi sipil,” ujarnya, merujuk pada nama resmi Korea Utara, Democratic People’s Republic of Korea.
“Saya memberikan peringatan sebelumnya bahwa terulangnya provokasi semacam itu yang melanggar kedaulatan DPRK yang tidak dapat dicabut pasti akan memicu respons yang mengerikan,” kata Kim, seperti dikutip UPI, Jumat, 13 Februari 2026.
“Berbagai rencana serangan balasan telah disiapkan dan salah satunya tanpa ragu akan dipilih, dan itu akan melampaui proporsionalitas,” lanjut Kim.
Di Korea Selatan, penyelidikan awal berfokus pada tiga warga sipil yang dikenai larangan bepergian bulan lalu. Namun, tim gabungan militer dan kepolisian pada Selasa menggeledah badan intelijen negara serta komando intelijen militer, seiring meluasnya penyelidikan yang kini juga mencakup tiga perwira militer sebagai tersangka.
Pada Rabu, Kementerian Unifikasi Korea Selatan menyatakan akan segera mengambil langkah guna mencegah insiden serupa.
“Pemerintah sedang melakukan penyelidikan menyeluruh dan akan segera menerapkan langkah-langkah untuk mencegah insiden serupa,” kata juru bicara kementerian, Yoon Min-ho, dalam konferensi pers rutin.
Yoon menambahkan bahwa pernyataan Kim tersebut “memberi sinyal perlunya upaya bersama antara kedua Korea untuk meredakan ketegangan dan mencegah kecelakaan di Semenanjung Korea.”
Korea Utara dijadwalkan menggelar Kongres Partai ke-9 akhir bulan ini, di mana Kim Jong Un diperkirakan akan memaparkan rencana ekonomi lima tahun baru sekaligus menyesuaikan kembali prioritas militer dan kebijakan luar negeri.
Para analis akan mencermati apakah Pyongyang akan secara resmi mengadopsi sikap yang lebih keras terhadap Seoul. Pada 2024, Pyongyang menetapkan Korea Selatan sebagai “negara bermusuhan” dan secara terbuka meninggalkan tujuan lama reunifikasi.