Produksi Beras di Aceh Tembus 930 Ribu Ton Sepanjang 2025

Ilustrasi - Petani menjemur gabahnya yang baru dipanen (ANTARA FOTO/Basri Marzuki/pd)

Produksi Beras di Aceh Tembus 930 Ribu Ton Sepanjang 2025

Silvana Febiari • 11 February 2026 09:31

Banda Aceh: Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat produksi beras di Aceh pada 2025 mencapai 930,4 ribu ton. Angka tersebut menurun 2,70 persen jika dibandingkan produksi tahun 2024 sebanyak 956,2 ribu ton.

"Produksi padi sepanjang Januari hingga Desember 2025 setara dengan 930,49 ribu ton beras, mengalami penurunan sebesar 25,79 ribu ton atau 2,70 persen dibandingkan 2024 sebesar 956,28 ribu ton," kata Kepala BPS Aceh Agus Andria, dikutip dari Antara, Rabu, 11 Februari 2026.

Untuk 2025, menurut dia, produksi beras tertinggi terjadi pada Maret yakni mencapai 169,72 ribu ton. Sedangkan terendah di Juli yaitu hanya sebesar 6,96 ribu ton.
 


Jumlah produksi beras tersebut dikonversikan dari produksi 1,84 juta ton gabah kering panen (GKP) yang juga mengalami penurunan 50,95 ribu ton atau 2,70 persen dibandingkan 2024 sebesar 1,89 ribu ton GKP.

"Produksi tertinggi 2025 terjadi pada bulan Maret, yaitu sebesar 335,33 ribu ton GKP sementara produksi terendah pada Juli sekitar 13,74 ribu ton GKP," ujar dia.

Sementara untuk gabah kering giling (GKG), sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 1,62 juta ton. Angka ini menurun sebanyak 44,77 ribu ton (2,70 persen) dibandingkan 2024 sebesar 1,66 juta ton GKG.

Produksi tertingginya juga terjadi pada 2025 pada Maret sebesar 294,61 ribu ton. Sementara terendah pada Juli, sekitar 12,08 ribu ton GKG.

"Adapun tiga kabupaten/kota dengan total produksi padi GKG tertinggi pada 2025 adalah Kabupaten Aceh Utara, Pidie, dan Aceh Besar. Sedangkan tiga terendah di Kota Subulussalam, Banda Aceh dan Kota Sabang," jelasnya. 


Ilustrasi - Petani menjemur gabahnya yang baru dipanen (ANTARA FOTO/Basri Marzuki/pd)


Di sisi lain, lanjut Agus, BPS Aceh juga memprediksi potensi produksi beras pada Januari?Maret 2026 ini atau pasca-bencana, yakni hanya mencapai 158,93 ribu ton. Angkanya menurun sekitar 112,37 ribu ton (41,42 persen) dibandingkan Januari?Maret 2025 sebesar 271,29 ribu ton.

Kondisi tersebut dipicu potensi produksi padi GKP pada Januari?Maret 2026 yang diperkirakan hanya mencapai 314,01 ribu ton, atau menurun sekitar 222 ribu ton (41,42 persen) dibandingkan Januari?Maret 2025 sebesar 536 ribu ton GKP.

BPS juga memperkirakan potensi produksi padi GKG pada Januari?Maret 2026 menurun. Angkanya hanya mampu mencapai angka 275,87 ribu ton.

"GKG juga diperkirakan mengalami penurunan sekitar 195,05 ribu ton GKG (41,42 persen) dibandingkan produksi padi Januari?Maret 2025 yang sebesar 470,92 ribu ton GKG," ungkap Agus.

Sebagai informasi, perkiraan penurunan produksi padi Aceh untuk 2026 tersebut seiring dengan terjadi kerusakan lahan persawahan pasca-bencana banjir bandang Aceh. Berdasarkan laporan terakhir Posko Bencana Aceh, luas sawah terdampak mencapai lebih dari 56,6 ribu hektare.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)