Ilustrasi - Pesawat saat melakukan proses lepas landas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten. ANTARA/Azmi Samsul M
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dipastikan Tidak Mengganggu Penerbangan
Achmad Zulfikar Fazli • 1 July 2026 17:23
Tangerang: PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, memastikan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, idak berdampak pada aktivitas penerbangan. Operasional di Bandara Soetta masih berjalan normal.
"Aktivitas take off maupun landing pesawat berlangsung seperti biasa," kata Asst. Deputy Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta Yudistiawan, di Tangerang, dilansir dari Antara, Rabu, 1 Juli 2026.
Dia mengatakan sejak terjadi kebakaran pada Selasa, 30 Juni 2026, operasional penerbangan hingga aktivitas penumpang di Bandara Soetta masih berjalan lancar. Lokasi kebakaran berada sekitar 12 kilometer dari ujung barat landasan pacu (runway) Bandara Soekarno-Hatta.
Dampaknya, asap pekat masih menyelimuti area TPA Jatiwaringin, namun tidak memiliki dampak pada jalur penerbangan.
"Alhamdulillah, hingga saat ini belum terdampak," kata Yudistiawan.
%20Jatiwaringin%2C%20Mauk%2C%20Kabupaten%20Tangerang.jpg)
Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang. Metrotvnews.com/Hendrik
Kedeputian Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pagi tadi memonitoring kebakaran yang masih terjadi dan berpotensi meluas.
Kepala BNPB Suharyanto menginstruksikan jajarannya segera menuju lokasi guna melakukan asesmen lanjutan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dan memperkuat upaya pemadaman. Berdasarkan hasil asesmen sementara, proses pemadaman mengalami kendala karena material yang terbakar didominasi sampah dan bahan mudah terbakar.
Selain itu, titik api berada pada tumpukan sampah dengan ketinggian tertentu, sehingga sulit dijangkau oleh petugas. Kondisi tersebut diperparah dengan embusan angin yang cukup kencang serta cuaca panas yang menyebabkan api cepat menjalar ke berbagai arah.
Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, dia menginstruksikan pengerahan helikopter pengebom air guna mendukung operasi pemadaman dari udara.
"Kita datangkan dua helikopter water bombing (pengebom air) dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca," kata Suharyanto.
Upaya pemadaman di darat juga terus dilakukan dengan mengerahkan 10 mobil pemadam kebakaran berasal dari berbagai instansi. Petugas memfokuskan pemadaman pada area yang dapat dijangkau untuk menahan laju penyebaran api.