Iran Kecam Serangan AS dan Israel, Tegaskan Hak untuk Membalas

Asap dari serangan AS dan Israel di Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. (Anadolu Agency)

Iran Kecam Serangan AS dan Israel, Tegaskan Hak untuk Membalas

Willy Haryono • 28 February 2026 16:03

Jakarta: Pemerintah Iran mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya, dan menegaskan memiliki hak sah untuk memberikan respons militer.

Dalam pernyataan resmi Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta, disebutkan bahwa serangan pada Sabtu, 28 Februari 2026, menargetkan lokasi sipil dan infrastruktur vital di Teheran serta beberapa kota lainnya. 

Iran menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap integritas teritorial dan kedaulatan nasional, serta melanggar Pasal 2 ayat (4) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Iran memiliki hak yang sah dan legitim untuk merespons berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB,” demikian pernyataan tersebut. 

Iran juga menyatakan angkatan bersenjatanya akan menggunakan hak tersebut sepenuhnya untuk mempertahankan kedaulatan negara, termasuk dengan memberikan respons tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Selain itu, Iran meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil tindakan atas apa yang disebut sebagai pelanggaran perdamaian dan keamanan internasional.

Dalam pernyataan tersebut, Iran juga menilai tindakan Washington dan Tel Aviv sebagai ancaman serius terhadap stabilitas regional dan global, serta menyerukan masyarakat internasional, termasuk Indonesia, untuk mengecam serangan tersebut. 

Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik yang semakin tajam, setelah Amerika Serikat mengumumkan telah memulai operasi militer besar terhadap Iran, dan Israel sebelumnya melancarkan serangan yang disebut sebagai langkah pencegahan.

Situasi ini meningkatkan kekhawatiran akan potensi perang terbuka yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Baca juga:  Trump Umumkan Operasi Militer Besar AS di Iran usai Serangan Israel

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)