Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Minyak Dunia Naik setelah AS-Iran Perpanjang Pembicaraan soal Nuklir
Husen Miftahudin • 28 February 2026 12:26
Houston: Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena tidak ada kesepakatan yang tercapai dalam putaran terbaru pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, tetapi para pejabat mengatakan kedua pihak akan melanjutkan diskusi.
Mengutip Yahoo Finance, Sabtu, 28 Februari 2026, harga minyak mentah Brent berjangka sebagai patokan internasional untuk kontrak beli atau jual di masa depan, naik 0,7 persen menjadi USD71,36 per barel.
Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka sebagai harga patokan untuk pasar domestik Amerika Serikat (AS), turut melonjak sebanyak 0,9 persen menjadi USD65,82 per barel.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pembicaraan terbaru di Jenewa pada Kamis merupakan salah satu putaran negosiasi paling serius dan terpanjang. Araghchi mengatakan ada kemajuan yang baik telah dicapai dalam diskusi tersebut.
"Pada beberapa isu, kesepahaman telah sangat mendekat. Tentu saja, masih ada perbedaan pendapat, yang wajar, tetapi dibandingkan dengan masa lalu, kedua belah pihak lebih serius untuk mencapai solusi melalui negosiasi," ungkap Araghchi.
| Baca juga: Harga Minyak Mentah Global Naik di Tengah Pembicaraan AS-Iran |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
Negosiasi selanjutnya diadakan kurang dari seminggu
Araghchi mengatakan telah diputuskan putaran negosiasi selanjutnya akan diadakan dalam waktu dekat. Ia mengungkapkan perkiraan waktunya yang kurang dari seminggu.
Kekhawatiran yang masih ada mengenai ketegangan geopolitik antara kedua negara, dan potensi gangguan pasokan minyak jika situasi memburuk, mendorong harga minyak menjadi lebih tinggi.
Matt Britzman, analis ekuitas senior di Hargreaves Lansdown, mengatakan perundingan nuklir AS-Iran yang sedang berlangsung memberikan sedikit petunjuk kemajuan, tetapi sinyal yang beragam dari kedua belah pihak dan ketegangan geopolitik yang masih ada membuat para pedagang tetap berhati-hati.
"Perhatian sekarang beralih ke pertemuan pasokan OPEC+ pada hari Minggu, dengan kekhawatiran tentang kemungkinan kelebihan pasokan minyak yang membayangi pasar," jelas dia.