Ratu Maxima lakukan pelatihan tentara cadangan Angkatan Darat Belanda. Foto: Minister of Defence
Ratu Máxima Mulai Pelatihan sebagai Prajurit Cadangan Angkatan Darat Belanda
Fajar Nugraha • 6 February 2026 18:41
Den Haag: Ratu Máxima memulai pelatihan untuk menjadi anggota cadangan angkatan darat Belanda.
Pelatihan yang dilakukan seiring upaya pemerintah memperkuat pertahanan di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan Eropa.
Kementerian Pertahanan Belanda menyatakan pelatihan tersebut dimulai pada Rabu, 4 Februari 2026.
Dalam pernyataannya, kementerian menyebut keputusan itu diambil karena keamanan nasional Belanda tidak lagi dapat dianggap aman sepenuhnya. Istana Kerajaan menegaskan Ratu Máxima ingin berkontribusi langsung menjaga keamanan negaranya.
Ratu Máxima, yang berusia 54 tahun dan lahir di Argentina, mengikuti jejak putrinya, Putri Mahkota Amalia, yang bulan lalu menyelesaikan pelatihan dasar militer sebagai relawan prajurit cadangan. Tradisi anggota keluarga kerajaan terjun ke militer juga berlangsung di sejumlah negara Eropa lainnya.
Pemerintah koalisi Belanda yang akan dilantik bulan ini menargetkan peningkatan kekuatan militer menjadi 122.000 personel. Saat ini, jumlah personel militer, sipil, dan cadangan tercatat sekitar 80.000 orang.
“Ini adalah pilihan Ratu Máxima sendiri, tetapi kami sangat bangga dan berharap langkah ini menginspirasi masyarakat,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan, Klaas Meijer dikutip dari media ABC News, Kamis, 5 februari 2026.
Ia menambahkan, pelatihan mencakup ketahanan fisik, bela diri, menembak, membaca peta, dan hukum militer.
Setelah menyelesaikan pelatihan, Ratu Máxima akan menyandang pangkat letnan kolonel dan dapat ditugaskan sesuai kebutuhan. Prajurit cadangan umumnya bertugas di dalam negeri, meski dalam beberapa kasus juga dikerahkan ke luar negeri secara sukarela.
Langkah Belanda ini sejalan dengan kebijakan negara Eropa lain yang memperkuat militer akibat perang Rusia Ukraina dan dinamika keamanan kawasan. Jerman, Prancis, Denmark, dan Belgia juga meningkatkan rekrutmen serta kapasitas angkatan bersenjata mereka.
Kepala Angkatan Laut Belanda, Laksamana Madya Harold Liebregs, menyebut meningkatnya minat masyarakat bergabung dengan militer sebagai dampak langsung situasi keamanan Eropa.
“Orang-orang benar-benar bersedia bergabung karena menyadari ancaman itu nyata,” ujar Liebregs dalam sebuah konferensi.
(Keysa Qanita)