Presiden Prabowo Subianto. Foto: Setrpres.
Pamerkan Capaian Presiden, Indonesia Bisa Jadi Rujukan Pembangunan Negara Global South
Anggi Tondi Martaon • 2 February 2026 23:28
Jakarta: Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Turki, Naufal Ubaidillah, menyampaikan sejumlah capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kepada pelajar negara Global South dalam Konferensi Internasional Divan Association. Sejumlah capaian Kepala Negara yang dipaparkan yaitu soal capaian swasembada beras.
“Pada tahun 2025, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras secara penuh," kata Naufal melalui keterangan tertulis, Senin, 2 Februari 2026.
President of Global Youth Diplomacy Community in Türkiye itu menilai, capaian tersebut bukti intervensi kebijakan Presiden Prabowo yang tepat. Mulai dari reformasi subsidi pupuk, pembangunan irigasi, mekanisasi pertanian, hingga penggunaan benih unggul.
"Sehingga mampu membangun kemandirian pangan tanpa harus bergantung pada impor struktural," ungkap Naufal.
"Terutama bagi negara berkembang yang rentan terhadap krisis global," sebut Naufal.
Selain sektor pangan, Naufal menyampaikan kebijakan hilirisasi industri sebagai pilar utama transformasi ekonomi Indonesia era Presiden Prabowo. Menurut dia, hilirisasi industri Indonesia difokuskan pada sektor-sektor strategis seperti mineral kritis, energi, pertanian olahan, dan manufaktur berbasis sumber daya nasional.
"Kebijakan ini bertujuan memutus ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan mengunci nilai tambah di dalam negeri,” ujar Naufal.
Menurut dia, kebijakan hilirisasi ini telah menunjukkan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja dan daya serap investasi. Berdasarkan proyeksi kebijakan hilirisasi nasional, Indonesia berpotensi menciptakan sekitar 8 juta lapangan kerja baru, terutama di sektor industri pengolahan dan rantai pasok turunannya.
"Ini menunjukkan bahwa industrialisasi bukan hanya soal pertumbuhan, tetapi juga keadilan sosial,” tegas Naufal.

Ketua Umum PPI Turki, Naufal Ubaidillah, dalam Konferensi Internasional Divan Association. Foto: Istimewa.
Naufal menekankan bahwa pengalaman Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dapat menjadi model alternatif pembangunan bagi negara-negara Global South di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
Menurut dia, banyak negara Global South menghadapi masalah serupa, yaitu, ketergantungan pangan, ekonomi ekstraktif, dan lemahnya basis industri.
"Indonesia menunjukkan bahwa dengan kepemimpinan politik yang kuat dan visi jangka panjang, negara berkembang dapat keluar dari jebakan tersebut,” ujar dia.
Konferensi Divan Association
Konferensi Divan Association sendiri merupakan forum dialog strategis lintas kawasan yang membahas geopolitik, ekonomi global, dan masa depan tatanan dunia multipolar.Dalam forum tersebut, Naufal berkomitmen meningkatkan peran diplomasi pemuda Indonesia dalam membawa narasi pembangunan, kedaulatan ekonomi, dan kerja sama Global South ke panggung internasional.
Melalui perannya sebagai pemimpin organisasi pemuda internasional, Naufal mendorong Indonesia tidak hanya menjadi objek percaturan global. Tetapi tampil sebagai referensi kebijakan dan mitra strategis bagi negara-negara Global South di era pemerintahan Presiden Prabowo.