Simak! Ini Regulasi Pertandingan Terbaru FIFA di Piala Dunia 2026

Ilustrasi Piala Dunia 2026. Foto: FIFA.

Simak! Ini Regulasi Pertandingan Terbaru FIFA di Piala Dunia 2026

Whisnu Mardiansyah • 2 June 2026 15:15

Jakarta: Piala Dunia 2026 tidak hanya akan menyajikan format kompetisi yang lebih besar dengan melibatkan 48 tim peserta, tetapi juga menghadirkan berbagai perubahan aturan yang berpotensi memengaruhi jalannya pertandingan.

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) bersama Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) telah menyetujui sejumlah pembaruan dalam Laws of the Game, termasuk perluasan fungsi Video Assistant Referee (VAR).

Regulasi terbaru ini mulai diterapkan menjelang turnamen yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada Juni hingga Juli 2026. Berbagai aturan baru dirancang untuk meningkatkan efektivitas pertandingan, mempercepat ritme laga, serta meminimalkan tindakan yang menghambat jalannya permainan.

Bagi seluruh peserta Piala Dunia 2026, pemahaman terhadap perubahan regulasi ini menjadi hal yang sangat penting. Sebab, sejumlah tindakan yang sebelumnya jarang mendapat perhatian kini dapat berujung pada sanksi atau peninjauan ulang melalui teknologi VAR.
 


VAR Bisa Meninjau Lebih Banyak Situasi

Salah satu perubahan utama terletak pada perluasan ruang lingkup penggunaan VAR. IFAB memberikan penegasan mengenai kondisi-kondisi tertentu yang dapat ditinjau ulang oleh tim video.

VAR kini dapat digunakan untuk meninjau pelanggaran yang dilakukan oleh tim penyerang sebelum bola dimainkan dalam situasi bola mati, seperti tendangan sudut dan tendangan bebas. Peninjauan hanya dapat dilakukan apabila pelanggaran tersebut berdampak langsung terhadap terciptanya gol, hadiah penalti, atau keputusan disiplin yang diambil oleh wasit.

Dengan perubahan ini, insiden yang sebelumnya tidak terpantau kini berpeluang untuk diperiksa kembali apabila dianggap memengaruhi hasil akhir dari sebuah situasi penting. Meski demikian, VAR tetap berfungsi sebagai alat bantu. Keputusan akhir mengenai perubahan hasil keputusan pertandingan tetap berada di tangan wasit utama di lapangan.

Koreksi Kesalahan Identitas Pemain

IFAB juga memperluas fungsi VAR dalam kasus kesalahan identitas pemain. Apabila wasit memberikan kartu kuning atau kartu merah kepada pemain yang keliru, tim VAR dapat membantu mengidentifikasi pemain yang sebenarnya melakukan pelanggaran. 

Selain itu, VAR dapat digunakan untuk meninjau situasi yang berujung pada kartu merah apabila terdapat indikasi kesalahan yang jelas dalam pengambilan keputusan wasit.
 


Peninjauan Tendangan Sudut

Perubahan lain yang turut menjadi sorotan adalah kemungkinan penggunaan VAR untuk mengoreksi keputusan tendangan sudut. Dalam kondisi tertentu, apabila wasit atau asisten wasit memberikan keputusan sepak pojok secara keliru, VAR dapat membantu melakukan koreksi. Namun, peninjauan hanya dilakukan apabila prosesnya berlangsung cepat dan tidak mengganggu kelancaran pertandingan.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya FIFA untuk meningkatkan akurasi keputusan pertandingan tanpa mengurangi ritme permainan.

Aturan Anti-ulur Waktu Diperketat

Selain perubahan terkait VAR, FIFA dan IFAB juga mengadopsi sejumlah regulasi yang bertujuan untuk mengurangi praktik membuang waktu. Salah satunya berkaitan dengan pelaksanaan lemparan ke dalam dan tendangan gawang.

Wasit dapat memberikan hitungan mundur secara visual apabila menilai pemain sengaja memperlambat permainan. Jika lemparan ke dalam tidak dilakukan dalam waktu lima detik, penguasaan bola dapat dialihkan kepada tim lawan.

Untuk tendangan gawang, FIFA dan IFAB masih melakukan evaluasi terhadap sejumlah mekanisme yang telah diuji coba di berbagai kompetisi. Tujuannya tetap sama, yakni menjaga tempo pertandingan agar tidak terganggu oleh tindakan mengulur waktu.


Piala Dunia. Foto: Dok FIFA.


Proses Pergantian Pemain dan Cedera Harus Lebih Cepat

Proses pergantian pemain juga menjadi perhatian dalam regulasi terbaru. Pemain yang ditarik keluar diwajibkan untuk segera meninggalkan lapangan melalui titik terdekat. Ketentuan ini dibuat untuk menghindari praktik berjalan lambat menuju bangku cadangan yang kerap digunakan untuk menghabiskan waktu pertandingan. 

Perubahan juga menyentuh aspek penanganan cedera pemain. Dalam sejumlah kondisi, pemain yang mendapatkan perawatan medis di lapangan harus meninggalkan lapangan sementara sebelum diizinkan kembali bermain.

Aturan ini bertujuan mencegah simulasi cedera atau tindakan yang sengaja dilakukan untuk menghambat tempo pertandingan. Wasit juga diberikan kewenangan lebih besar dalam mengatur area teknis selama proses penanganan cedera berlangsung.

Perilaku Tidak Sportif 

IFAB turut memberikan perhatian terhadap perilaku pemain di lapangan. Salah satu ketentuan yang diperjelas berkaitan dengan tindakan menutup mulut ketika melakukan konfrontasi atau komunikasi agresif terhadap lawan maupun perangkat pertandingan.

Apabila tindakan tersebut disertai dengan perilaku intimidatif atau tidak sportif, wasit dapat menjatuhkan hukuman sesuai dengan tingkat pelanggaran yang terjadi. Di sisi lain, penggunaan tangan atau jersey untuk menutup mulut saat berbicara dengan rekan setim tidak termasuk pelanggaran apabila tidak mengandung unsur provokasi atau tindakan tidak sportif.

Secara umum, perubahan regulasi yang diterapkan menjelang Piala Dunia 2026 memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas pertandingan. FIFA dan IFAB berupaya menciptakan permainan yang lebih cepat, efektif, dan adil melalui pemanfaatan teknologi serta penyempurnaan aturan pertandingan.

Dengan format baru yang menghadirkan 48 tim dan total 104 pertandingan, penerapan regulasi tersebut diharapkan dapat menjaga kualitas kompetisi sekaligus memastikan setiap laga berlangsung dengan standar pengawasan yang lebih tinggi. 

(Whisnu M)