Iduladha 2026, Jumlah Hewan Kurban di Lombok Timur Naik 19,8 Persen

Salah satu ternak sapi untuk hewan kurban milik peternak di NTB. ANTARA/Akhyar Rosidi.

Iduladha 2026, Jumlah Hewan Kurban di Lombok Timur Naik 19,8 Persen

Lukman Diah Sari • 4 June 2026 12:22

Lombok Timur: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat sebanyak 1.223 hewan kurban dipotong pada Hari Raya Iduladha 1447 hijriah/2026. Jumlah itu terdiri dari 477 sapi dan lebih dari 700 kambing, atau meningkat 19,8 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Data hasil pemeriksaan petugas kesehatan hewan mencatat 1.223  hewan kurban," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur Hultatang di Lombok Timur, Kamis, 4 Juni 2026, melansir Antara.

Dia menerangkan peningkatan jumlah hewan kurban itu jadi indikator positif kondisi ekonomi masyarakat Lombok Timur yang membaik. Sekaligus, kata dia, mencerminkan tingginya semangat berkurban.

Sementara itu dalam pengawasan kesehatan hewan kurban, pihaknya menaruh perhatian pada dua penyakit yakni cacing hati dan antraks. Cacing hati disebabkan parasit fasciola yang menyerang organ hati ternak.

Pihaknya memastikan penyakit cacing hati tersebut tidak berbahaya bagi, manusia selama daging dimasak matang. “Kalau cacing ini tidak menular dari daging ke manusia. Yang penting daging dimasak hingga matang,” katanya.

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

Sementara antraks menjadi perhatian utama karena bersifat zoonosis atau dapat menular dari hewan ke manusia. Penyakit ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, pernapasan, hingga infeksi kulit.

"Seluruh hewan kurban yang dipotong di Lombok Timur dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan indikasi antraks," jelas dia.

Namun pengawasan tetap diperketat, kata dia, karena Pulau Sumbawa dikenal sebagai daerah endemis antraks. Sehingga potensi penularan lewat lalu lintas ternak tetap diantisipasi.

"Untuk menjamin keamanan, kami menerapkan pemeriksaan ante mortem sebelum pemotongan dan post mortem setelah pemotongan. Petugas kesehatan hewan ditempatkan di seluruh desa guna memastikan ternak yang disembelih memenuhi standar kesehatan," ujar dia.

(Lukman Diah Sari)