Hujan Deras Picu Banjir di Klaten, BNPB Minta Warga Waspada

Banjir di Klaten, Jawa Tengah. Sumber Foto: BPBD Kabupaten Klaten

Hujan Deras Picu Banjir di Klaten, BNPB Minta Warga Waspada

Lukman Diah Sari • 30 April 2026 16:31

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap bencana banjir terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Selasa, 28 April 2026. Bencana ini berdampak terhadap belasan rumah hingga akses masyarakat. 

"Bencana ini disebabkan adanya peningkatan debit air sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur di wilayah hulu dan sebagian wilayah Klaten," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan resmi diterima pada Kamis, 30 April 2026. 

Dia menyebut, banjir telah berdampak pada 11 rumah yang ditinggali 11 kepala keluarga, dua fasilitas pendidikan dan empat akses jalan hingga menghambat mobilitas masyarakat. Adapun wilayah yang terdampak meliputi Desa Keden, Desa Bendo di Kecamatan Pedan.

Banjir di Klaten, Jawa Tengah. Sumber Foto: BPBD Kabupaten Klaten

BPBD Kabupaten Klaten merespons laporan dan telah melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan instansi terkait. Hingga Rabu, 29 April 2026, banjir dilaporkan berangsur surut.

Menyikapi kejadian bencana tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana, khususnya bahaya hidrometeorologi basah.

"Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman," pesan dia.

Kemudian, warga yang tinggal di daerah bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air serta memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi.  BNPB juga terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dan angin kencang.

"Masyarakat diminta menjauhi pohon atau struktur yang berpotensi roboh atau tumbang, seperti papan reklame dan bangunan rapuh," ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)