Doa Utama Memohon Ampunan untuk Orang Tua

Ilustrasi doa. (Medcom.id)

Doa Utama Memohon Ampunan untuk Orang Tua

Riza Aslam Khaeron • 30 April 2026 18:27

Jakarta: Mengirimkan doa untuk kedua orang tua merupakan salah satu bentuk pengabdian paling utama bagi seorang anak untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Selain sebagai wujud kasih sayang, amalan ini juga menjadi sarana untuk mengharapkan pahala yang terus mengalir serta perlindungan bagi orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada.

Lantas, seperti apa doa untuk kedua orang tua? Melansir laman NU Online, berikut ini penjelasannya.

Doa untuk Kedua Orang Tua



Bacaan latin:
“Rabbighfir lii, wa li waalidayya, warham humaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa.”

Artinya: “Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil.”

Melalui doa ini, seorang anak memohon kepada Allah agar mengampuni dosa kedua orang tua dan menyayangi mereka sebagaimana mereka menyayangi kita sewaktu kecil. Selain itu, doa ini juga dipanjatkan agar orang tua selalu diberi perlindungan, dan bagi yang sudah meninggal diberi pahala yang mengalir.
 

Ayat Al-Qur’an tentang Berbakti kepada Orang Tua

Kewajiban untuk berbakti kepada kedua orang tua salah satunya tercantum dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra’ ayat 23:



Bacaan latin:
“Waqodoo robbuka allaa ta'buduu illaa iyyaahu wabil waalidaini ihsaanaa.”

Artinya: “Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orang tuamu dengan sebaik-baiknya,” (Surat Al-Isra’ ayat 23).

Selain Surat Al-Isra ayat 23, keharusan berbakti kepada orang tua juga dijelaskan dalam Surat An-Nisa ayat 36 yang berbunyi:



Bacaan latin: “Wa'budullaaha wa laa tusyriku bihii syai`aw wa bil-waalidaini ihsaanaw wa bizil-qurbaa wal-yataamaa wal-masaakiini wal-jaari zil-qurbaa wal-jaaril-junubi was-saahibi bil-jambi wabnis-sabiili wa maa malakat aimaanukum, innallaaha laa yuhibbu mang kaana mukhtaalan fakhuraa.”

Artinya: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri,” (Surat An-Nisa ayat 36).
 
Baca Juga:
Niat dan Tata Cara Salat Safar untuk Memohon Keselamatan Calon Haji
 

Hikmah Berbakti kepada Orang Tua


Ilustrasi: pexels.

Melansir laman Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), terdapat sejumlah hikmah berbakti kepada kedua orang tua, di antaranya:

1. Mendapat Ridha Allah SWT

Salah satu hikmah berbakti kepada orang tua adalah mendapatkan ridha Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua,” (HR. Tirmidzi). Dengan berbakti kepada orang tua, maka seorang Muslim akan selalu mengingat Allah dan berharap mendapat ridha-Nya.

2. Menjadi Jalan Menuju Surga

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa salah satu jalan tercepat menuju surga adalah melalui keridhaan orang tua. Dengan berbakti kepada orang tua, maka akan menjadi pengingat untuk menyenangkan hati mereka, membantu kebutuhan mereka, dan mendengar nasihat mereka. Hal tersebut adalah salah satu bentuk ibadah yang bisa menggugurkan dosa-dosa kecil.

3. Bentuk Syukur atas Jasa Mereka

Berbakti kepada kedua orang tua adalah bentuk rasa syukur. Dengan berbakti kepada keduanya, mengajarkan kepada kita bahwa syukur bukan hanya diucapkan secara lisan, melainkan diwujudkan dengan tindakan yang penuh kasih dan rasa ikhlas.

(Surya Mahmuda)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)