KELT-9b, Planet Terpanas dengan Suhu Siang Hari Capai 4.300 Derajat Celcius

Ilustrasi planet KELT-9B. (Wikipedia)

KELT-9b, Planet Terpanas dengan Suhu Siang Hari Capai 4.300 Derajat Celcius

Willy Haryono • 14 January 2026 16:21

Jakarta: Suhu ekstrem tidak hanya menjadi fenomena di planet Bumi. Di luar tata surya, para ilmuwan menemukan planet-planet dengan kondisi panas yang jauh melampaui batas imajinasi manusia.

Salah satu penemuan paling mencengangkan adalah KELT-9b, sebuah eksoplanet yang suhu siang harinya bahkan bisa melampaui suhu permukaan banyak bintang. Temuan ini diungkap dalam laporan NASA Jet Propulsion Laboratory, yang menyoroti betapa ekstremnya lingkungan di planet tersebut..

KELT-9b termasuk dalam kategori hot Jupiter, yakni planet gas raksasa yang mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya. Kedekatan ekstrem tersebut menyebabkan pemanasan luar biasa. Pada sisi planet yang menghadap langsung ke bintangnya, suhu permukaan KELT-9b diperkirakan mencapai sekitar 4.300 derajat Celsius, menjadikannya salah satu planet terpanas yang pernah diketahui manusia.

Planet ini berjarak sekitar 670 tahun cahaya dari Bumi dan mengorbit bintang yang jauh lebih besar serta lebih panas dibandingkan Matahari. Karena menerima energi dalam jumlah sangat besar, atmosfer KELT-9b berada dalam kondisi ekstrem, di mana molekul-molekul gas tidak lagi stabil dan dapat terurai menjadi atom-atom penyusunnya akibat panas yang luar biasa.

Suhu ekstrem tersebut menjadikan KELT-9b bukan sekadar planet panas biasa. Kondisinya memberikan gambaran langsung tentang bagaimana interaksi antara planet dan bintang dapat menciptakan lingkungan yang secara harfiah merusak struktur atmosfer. Bagi para ilmuwan, planet ini menjadi “laboratorium alami” untuk mempelajari fisika atmosfer dalam kondisi ekstrem yang tidak mungkin direplikasi di Bumi.

Sebagai perbandingan, di dalam tata surya kita sendiri, Venus dikenal sebagai planet dengan suhu permukaan tertinggi. Efek rumah kaca yang sangat kuat membuat suhu permukaan Venus rata-rata mencapai sekitar 460 derajat Celsius, jauh lebih panas dibandingkan Merkurius meski planet tersebut lebih dekat ke Matahari. Fakta ini menunjukkan bahwa jarak ke bintang bukan satu-satunya faktor penentu suhu planet.

Penelitian mengenai planet-planet panas seperti KELT-9b terus berlanjut seiring berkembangnya teknologi teleskop dan metode observasi. Para astronom berharap dapat menemukan lebih banyak planet ekstrem yang mampu menantang batas pemahaman saat ini, sekaligus memperkaya pengetahuan tentang variasi kondisi planet di alam semesta.

Fenomena planet terpanas ini memperluas cakrawala manusia tentang lingkungan kosmik yang ekstrem. Dari KELT-9b di luar tata surya hingga Venus di lingkungan terdekat kita, studi planet-planet tersebut membuka jendela baru dalam ilmu astronomi dan membantu memahami bagaimana bintang serta lingkungannya membentuk evolusi planet. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Mengenal Jupiter dan Merkuri, Planet Terbesar dan Terkecil di Tata Surya

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)