Air merendam pemukiman warga di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa, 13 Januari 2026. ANTARA/BPBD NTB.
Empat Kabupaten di NTB Diterjang Banjir dan Angin Kencang
Silvana Febiari • 13 January 2026 23:53
Mataram: Sejumlah desa di empat kabupaten di Nusa Tenggara Barat (NTB) diterjang banjir dan angin kencang pada Selasa, 13 Januari 2026. Berdasarkan data Pusdalops-PB BPBD NTB, banjir dan angin kencang ini terjadi di Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, Dompu, dan Bima.
"Untuk Kabupaten Lombok Tengah terjadi bencana banjir melanda dua desa, yakni Desa Montong Ajang dan Desa Kabul di Kecamatan Praya Barat Daya. Banjir yang melanda dua desa di Kabupaten Lombok Tengah terjadi pukul 19.30 WITA, akibat tingginya intensitas hujan yang lama di wilayah itu," kata Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin di Mataram, seperti dilansir Antara.
Bencana banjir juga melanda dua desa di Kabupaten Lombok Barat, yakni Desa Persiapan Pengantap dan Desa Persiapan Blongas di Kecamatan Sekotong. Banjir terjadi sekitar pukul 15.00 WITA hingga 19.00 WITA
Banjir ini disebabkan oleh tingginya intensitas hujan yang disertai angin kencang secara merata di Kabupaten Lombok Barat, sehingga air sungai meluap. Dampak bencana masih dalam proses pendataan dan banjir masih menggenangi permukiman warga.
Akibat banjir ini, sebanyak 570 kepala keluarga (KK) atau 1.711 jiwa di Desa Persiapan Pengantap terdampak. Sedangkan di Desa Persiapan Blongas, satu orang warga atas nama Nurinah berusia 69 tahun meninggal dunia.
"Yang dibutuhkan saat ini terpal, matras, makanan siap saji dan perlengkapan bayi (baby kids). Kondisi saat ini sebagian titik sudah mulai surut," ungkap Sadimin.
Selain banjir, bencana angin kencang juga melanda Desa Lasi di Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu yang terjadi pada pukul 10.30 WITA. Akibat angin kencang tersebut, satu unit rumah rusak ringan milik Anggraini warga Dusun Nambosolo.
Kemudian, satu unit lapak rusak berat yang dimiliki Fitri Mairos warga Dusun Nangatoi 2. Dua ekor hewan ternak (kambing) mati milik Suhardin Musa, warga Dusun Nambosolo. Satu unit kendaraan roda dua rusak berat milik Kamiruddin, warga Dusun Nambosolo.
"Kebutuhan mendesak saat ini terpal untuk menutupi sementara atap rumah dan perbaikan kembali rumah yang terdampak dan kondisinya sudah kondusif," imbuhnya.
.jpg)
ilustrasi medcom.id
Kemudian, angin kencang juga melanda Kabupaten Bima yang terjadi pada 10.00-11.20 WITA. Bencana ini menimpa delapan desa, yakni Desa Tawali, Desa Sangiang, Desa Ntoke, Desa Oi Tui dan Desa Wora yang berada di Kecamatan Wera. Kemudian, angin kencang melanda Desa Mawu Kecamata NTB. Selanjutnya, Desa Rasabou dan Desa Kawinda Na'e di Kecamatan Tambora.
Sadimin menambahkan di Desa Tawali, Kecamatan Wera, terdapat enam KK yang menjadi korban. Selain itu, enam unit rumah rusak berat (tiga unit rusak sedang, tiga unit rusak berat). Rumah bagian atap genteng terbang terlempar hingga 5 meter dan kerugian ditaksir sekitar Rp5 juta.
Sementara di Desa Sangiang, satu KK terdampak serta satu unit rumah rusak berat. Total kerugian diperkirakan Rp20 juta.
Lalu di Desa Ntoke, satu unit mobil tertimpa pohon. Di Desa Oi Tui, satu unit garasi mobil rusak. Di Desa Wora, pohon tumbang mengakibatkan arus lalu lintas Bima-Wera terhambat.
"Saat ini tim bersama instansi terkait seperti BPBD, TNI/Polri, unsur desa dan masyarakat sedang melakukan penanganan di lokasi bencana," ucap Sadimin.
Masyarakat NTB diminta tetap mewaspadai potensi curah hujan di dasarian pada periode puncak musim hujan guna mengantisipasi bencana yang terjadi Masyarakat juga diimbau agar memperhatikan kebersihan dan debit di wilayah aliran air.
"Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba," pungkas Sadimin.