Kinerja Ekonomi Jelang 2 Tahun Prabowo: Ekonomi Tumbuh, Investasi Terus Menguat

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok Kemenko Perekonomian.

Kinerja Ekonomi Jelang 2 Tahun Prabowo: Ekonomi Tumbuh, Investasi Terus Menguat

Husen Miftahudin • 21 July 2026 10:29

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan berbagai capaian pemerintah di bidang ekonomi, investasi, energi, hingga ketenagakerjaan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, kemarin.
 
Menurut Airlangga, Presiden meminta seluruh capaian tersebut disampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas menjelang dua tahun pemerintahan pada Oktober 2026.
 
"Tadi Presiden menyampaikan hasil yang dicapai oleh pemerintah Presiden, Pak Prabowo, yang hampir dua tahun di bulan Oktober nanti. Namun ada capaian-capaian yang perlu disampaikan ke masyarakat," kata Airlangga seperti dikutip dari Antara, Selasa, 21 Juli 2026.
 
Airlangga menjelaskan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen. Berdasarkan laporan sementara APBN, pemerintah memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi tetap berada di kisaran tersebut.
 
Sementara itu, inflasi diproyeksikan tetap terkendali pada sasaran 2,5 persen plus minus satu persen. Untuk menjaga konsumsi domestik, pemerintah menyalurkan berbagai stimulus, antara lain: 

  1. Diskon transportasi.
  2. Bantuan pangan.
  3. Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN, TNI, dan Polri.
  4. Bantuan hari raya bagi pengemudi ojek daring.
  5. Insentif perpajakan.
  6. Pembebasan bea masuk impor LPG.
  7. Dukungan program magang dan vokasi.
 
"Total anggaran stimulus di kuartal pertama sebesar Rp70 triliun dan di kuartal kedua sebesar Rp26,34 triliun," papar Airlangga.
   

Realisasi investasi tembus Rp1.001 triliun

 
Di sektor investasi, Airlangga melaporkan realisasi investasi pada triwulan II 2026 mencapai Rp511,8 triliun, atau sekitar 25 persen dari target tahunan sebesar Rp2.000 triliun.
 
Secara kumulatif, realisasi investasi pada semester I telah mencapai Rp1.001 triliun atau sekitar 49 persen dari target. Kontribusi investasi berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) Rp257,7 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebanyak Rp254,1 triliun.
 
Airlangga mengatakan pemerintah juga terus memperkuat ketahanan energi melalui implementasi program biodiesel B50 sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada energi dan transisi energi nasional. Selain itu, rasio elektrifikasi nasional pada kuartal I 2026 telah mencapai sekitar 99 persen.
 
Pemerintah juga mengoptimalkan penerimaan negara melalui kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan penguatan tata kelola sumber daya alam melalui Danantara Sumber Daya Indonesia.
 
Menurut Airlangga, langkah tersebut mendapat apresiasi dari lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) karena dinilai meningkatkan transparansi dan memperkuat tata kelola.


(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

KUR, Bullion, dan KEK catat perkembangan positif

 
Di sektor pembiayaan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp149,38 triliun. Pemerintah juga meningkatkan plafon kredit perumahan menjadi Rp50 triliun karena realisasinya telah mendekati 56 persen. Selain itu, pembiayaan juga diarahkan untuk alat dan mesin pertanian serta industri padat karya.
 
Airlangga turut melaporkan perkembangan ekosistem bullion nasional yang kini mengelola 153 ton emas dengan nilai mendekati USD20 miliar. Sementara itu, investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencapai Rp353,3 triliun pada kuartal I 2026 dan telah menciptakan 266.688 lapangan kerja.
 
Di bidang ketenagakerjaan, pemerintah mulai menjalankan program magang bagi 150 ribu peserta pada Juli 2026 serta program vokasi yang diikuti 220 ribu peserta. Menurut Airlangga, sekitar 60 persen peserta magang telah terserap ke dunia kerja.
 
Selain perkembangan ekonomi, Airlangga menyampaikan Indonesia resmi menjadi salah satu founding member World AI Cooperation Organization (WAICO), organisasi kerja sama internasional di bidang kecerdasan buatan dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
 
Status tersebut dinilai memberikan peluang bagi Indonesia untuk berkontribusi dalam penyusunan kebijakan global terkait pengembangan dan tata kelola kecerdasan buatan.

(Husen Miftahudin)